BPS Bengkulu Catat Tarif Gunting Rambut Jadi Penyumbang Inflasi Januari 2026
Rilis di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu--Riko/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat tarif gunting rambut pria turut menjadi salah satu penyumbang inflasi pada Januari 2026, meski kontribusinya relatif kecil.
Komoditas jasa tersebut tercatat menyumbang inflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,02 persen. Data ini disampaikan dalam rilis resmi BPS Bengkulu yang digelar di Aula Rafflesia BPS Bengkulu, Senin 2 Februari 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Bengkulu, Reni Puspasari, menjelaskan bahwa meski bukan penyumbang utama, jasa pangkas rambut pria tetap berpengaruh terhadap inflasi karena tingginya frekuensi konsumsi di masyarakat.
“Tarif gunting rambut pria memang bukan penyumbang utama, tapi karena hampir setiap bulan digunakan oleh sebagian besar laki-laki, maka ketika ada kenaikan kecil sekalipun, tetap tercermin dalam inflasi,” ujar Reni.
BACA JUGA:Mahasiswa Bengkulu di Al Azhar Hilang Terseret Ombak di Mesir, Pemprov Dampingi Keluarga
BACA JUGA:Operasi Keselamatan Nala 2026 Dimulai, Polres Mukomuko Fokus Tertib Lalu Lintas
Menurutnya, pola konsumsi rutin menjadi faktor utama masuknya jasa pangkas rambut pria dalam kelompok komoditas penyumbang inflasi. Hampir setiap kepala keluarga laki-laki menggunakan layanan tersebut secara berkala, sehingga perubahan harga langsung berdampak pada Indeks Harga Konsumen (IHK).
Selain tarif gunting rambut pria, BPS Bengkulu juga mencatat sejumlah komoditas lain yang mendorong inflasi Januari 2026. Di antaranya emas perhiasan dengan andil 0,12 persen, tomat 0,03 persen, sepeda motor 0,02 persen, dan terong 0,02 persen.
Sementara itu, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi, antara lain cabai merah (-0,76 persen), daging ayam ras (-0,14 persen), bawang merah (-0,07 persen), bensin (-0,04 persen), serta tarif rumah sakit (-0,03 persen).
“Pergerakan harga cukup dinamis. Ada komoditas yang mendorong inflasi, namun ada juga yang menahan laju kenaikan harga,” jelas Reni.
Secara keseluruhan, Provinsi Bengkulu mencatat inflasi bulanan sebesar -0,75 persen pada Januari 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh tren penurunan harga pangan yang mulai melandai dibandingkan bulan sebelumnya.
BACA JUGA:Progres Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Mukomuko Capai 100 Persen di Dua Desa
Reni menambahkan, jika dibandingkan dengan Desember 2025 yang sempat mengalami lonjakan harga, kondisi pada Januari 2026 cenderung lebih stabil dan bergerak ke arah normal. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

