Pemprov Bengkulu Ajukan Pinjaman Rp2 Triliun ke Bank BJB untuk Percepat Infrastruktur
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah dengan merancang pengajuan pinjaman hingga Rp2 triliun kepada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Rencana pinjaman daerah tersebut menjadi alternatif pembiayaan di tengah keterbatasan kapasitas anggaran pemerintah daerah.
Dana pinjaman itu direncanakan sebagai sumber pembiayaan tambahan guna mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Kebijakan ini juga sejalan dengan komitmen pemerintahan Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian dalam merealisasikan sejumlah program prioritas yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
BACA JUGA:Anggaran TPP ASN Mukomuko 2026 Turun Jadi Rp43 Miliar
BACA JUGA:PHRI Bengkulu Minta Penertiban Pekat Tetap Ikuti Prosedur dan Jaga Citra Wisata
Di sisi lain, kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi sejumlah tantangan.
Selain adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu pada tahun 2025 juga belum mencapai target yang telah ditetapkan.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan rencana pengajuan pinjaman tersebut saat ini sedang dipersiapkan secara administratif oleh pemerintah daerah.
“Pak Gubernur sudah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Bank BJB. Saat ini kami sedang mempersiapkan seluruh dokumen administrasi yang menjadi persyaratan agar proses pengajuan pinjaman dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Herwan Antoni, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dana pinjaman tersebut nantinya akan difokuskan pada program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA:Kasus Tambang Batu Bara, Rp159,8 Miliar Uang Pengganti Dititipkan ke Kejari Bengkulu
BACA JUGA:Drama 7 Gol di Madrid, Atletico Hancurkan Tottenham 5-2
Beberapa sektor prioritas yang akan mendapat alokasi pembiayaan di antaranya pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta jembatan, penataan sistem drainase di kawasan perkotaan, hingga penguatan sarana pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




