43 Pelajar Bengkulu Tak Lulus, Disdikbud Ungkap Mayoritas Karena Menikah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu mengungkap fakta masih adanya pelajar tingkat SMA dan SMK yang tidak menuntaskan pendidikan pada tahun ajaran 2026.
Berdasarkan data resmi, tercatat sebanyak 43 siswa tidak lulus. Rinciannya, 21 siswa dari jenjang SMA dan 23 siswa dari SMK di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena sebagian besar kasus bukan disebabkan oleh faktor akademik, melainkan keputusan pribadi seperti menikah di usia sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri menjelaskan bahwa mayoritas siswa yang tidak lulus memilih berhenti sekolah karena menikah, bahkan saat sudah mendekati masa akhir pendidikan.
BACA JUGA:Warga Keluhkan Jarak, Disdukcapil Mukomuko Siapkan Anggaran Aktifkan Layanan Keliling
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Siapkan Taman Remaja Jadi Lokasi Pemindahan Makam Fatmawati
“Kalau dari data yang ada, bukan karena nilai. Kebanyakan mereka memilih menikah sebelum selesai sekolah, bahkan ada yang sudah di semester akhir,” ujar Zulhendri, Rabu 6 Mei 2026.
Selain faktor pernikahan dini, terdapat pula siswa yang mengundurkan diri karena alasan pribadi lainnya. Namun, tren terbesar tetap didominasi oleh keputusan menikah di usia sekolah.
“Kalau yang tidak mampu secara ekonomi, itu justru kita bantu. Tapi yang paling banyak memang karena menikah, jadi mereka berhenti sekolah,” jelasnya.
Meski demikian, Pemprov Bengkulu memastikan bahwa akses pendidikan tetap terbuka bagi para siswa tersebut.
BACA JUGA:Konsisten Berprestasi, Ditreskrimsus Polda Bengkulu Raih Penghargaan Nasional Tipidkor Polri
BACA JUGA:Singkirkan Atletico Madrid, Arsenal Tembus Final Liga Champions
Pemerintah menyediakan jalur pendidikan nonformal sebagai alternatif agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Kita arahkan mereka untuk ikut Paket C. Artinya, kesempatan masih terbuka. Kalau mereka mau melanjutkan, kita siap membantu dan memfasilitasi,” tegas Zulhendri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

