HONDA

Unib Ciptakan Teknologi Pengawetan Ikan Alami, Nelayan Enggano Tak Lagi Bergantung pada Es

Unib Ciptakan Teknologi Pengawetan Ikan Alami, Nelayan Enggano Tak Lagi Bergantung pada Es

Tim Universitas Bengkulu mendampingi nelayan Desa Kaana, Pulau Enggano, menerapkan teknologi pengawetan ikan alami untuk meningkatkan daya simpan dan nilai jual hasil tangkapan.--ist/rakyatbengkulu.com

Teknologi Unib Buka Peluang Baru bagi Nelayan Enggano, Ikan Lebih Awet dan Bernilai Ekonomi

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Universitas Bengkulu (Unib) menghadirkan inovasi yang membawa harapan baru bagi nelayan di Pulau Enggano.

Melalui teknologi pengawetan ikan berbahan alami, nelayan kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

Program tersebut diterapkan kepada Kelompok Nelayan Raja Pulau di Desa Kaana sebagai solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat pesisir di pulau terluar Indonesia itu.

Selama bertahun-tahun, keterlambatan pasokan es dari Kota Bengkulu sering menyebabkan ikan hasil tangkapan cepat rusak.

BACA JUGA:FH Unib Dampingi Penyusunan Dua Raperdes di Enggano, Perkuat Hutan Adat dan Wisata Desa

BACA JUGA:UNIB Perkuat UMKM Desa Lubuk Puar, Ibu Rumah Tangga Dibekali Bisnis Digital dan Manajemen Keuangan

Akibatnya, harga jual turun drastis, bahkan sebagian hasil tangkapan terpaksa dibuang.

Jarak Pulau Enggano yang berada sekitar 156 kilometer atau 90 mil laut dari Kota Bengkulu menjadi tantangan utama dalam distribusi logistik, termasuk pasokan es untuk kebutuhan nelayan.

Gunakan Bahan Alami dari Pertanian dan Perikanan

Ketua Tim Pengabdian Universitas Bengkulu, Selly Ratna Sari, mengatakan teknologi yang diterapkan memanfaatkan bahan pengawet alami yang mudah diperoleh.

"Masyarakat kini memiliki alternatif pengelolaan hasil tangkapan sehingga tidak lagi bergantung pada ketersediaan es," ujar Selly Ratna Sari, Minggu, 5 Juli 2026.

Program tersebut diberi nama Transformasi Kelompok Nelayan Raja Pulau melalui Teknologi Pengawetan Alami Kombinasi Pertanian, Perairan, dan Gizi Hasil Laut untuk Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: