HONDA

Kerja Sama Pertamina NRE dan CUSP Dukung Target Net Zero Emission 2060

Kerja Sama Pertamina NRE dan CUSP Dukung Target Net Zero Emission 2060

Dorong transisi energi global, Pertamina NRE kaji pengembangan energi terbarukan di Bangladesh.--HO Pertamina/rakyatbengkulu.com

JAKARTA, RAKYATBENGKULU.COM - Kerja sama antara Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP) menjadi langkah strategis dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060 sekaligus mempercepat transisi energi global.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), kedua perusahaan sepakat menjajaki pengembangan energi terbarukan di Bangladesh, khususnya proyek pembangkit listrik tenaga surya (solar PV) dan peluang kerja sama operasi serta pemeliharaan energi bersih.

Pertamina NRE (New & Renewable Energy) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP) untuk menjajaki kerja sama pengembangan sektor energi terbarukan di Bangladesh, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (solar PV) serta peluang kerja sama operasi dan pemeliharaan (O&M).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, dan Chairman CUSP, Ziaur Rahman. Di Grha Pertamina, Jakarta Rabu, 13 Mei 2026.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tanggap Darurat Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Banjir di Lebong

BACA JUGA:Pertamina Perluas Kolaborasi Energi dengan Amerika Serikat untuk Ketahanan Nasional

Kerja sama ini menjadi langkah awal kedua perusahaan dalam mengeksplorasi peluang investasi dan pengembangan proyek energi bersih di Bangladesh, sejalan dengan upaya percepatan transisi energi dan penguatan kolaborasi regional di sektor energi berkelanjutan.

Kerja sama ini juga mencerminkan kepercayaan Bangladesh terhadap kapabilitas dan pengalaman Pertamina NRE dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk dalam pengelolaan proyek energi surya berskala besar di tingkat internasional.

Dalam ruang lingkup kerja sama, kedua pihak akan melakukan studi kelayakan mencakup aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, serta risiko proyek. Selain itu, para pihak juga akan menjajaki kerja sama strategis, teknis, dan komersial, termasuk pertukaran pengetahuan dan penerapan teknologi terkait pengembangan energi terbarukan.

BACA JUGA:Minyak Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina dan BGN Perkuat Energi Hijau

BACA JUGA:Kolaborasi Pertamina dan Halliburton Fokus Kembangkan Teknologi Hulu Migas Digital

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan keseriusan Pertamina dalam bidang energi dan upaya untuk memperluas pengembangan energi hijau di kawasan internasional. “Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” ujar John Anis.

John menambahkan, pengembangan kerja sama di Bangladesh juga berpotensi memperkuat portofolio internasional Pertamina NRE yang saat ini telah menunjukkan kinerja positif di Filipina. “Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” tambahnya.

Sementara itu, Chairman CUSP, Ziaur Rahman, menilai kemitraan dengan Pertamina NRE akan membuka peluang sinergi yang lebih luas dalam pengembangan proyek energi surya di Bangladesh. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” kata Ziaur Rahman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: