HONDA

BPBD Dirikan 3 Dapur Umum, Logistik Disiapkan untuk Warga Terdampak Banjir

BPBD Dirikan 3 Dapur Umum, Logistik Disiapkan untuk Warga Terdampak Banjir

BPBD Dirikan 3 Dapur Umum, Logistik Disiapkan untuk Warga Terdampak Banjir--Riko/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda hampir seluruh wilayah sejak Minggu 5 April 2026 sore.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu menyiapkan langkah tanggap darurat dengan mendirikan tiga titik dapur umum guna memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah warga yang terdampak banjir dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk memenuhi kebutuhan makanan.

Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, menyatakan bahwa pendirian dapur umum dilakukan melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan berjalan efektif.

BACA JUGA:Update Banjir Kota Bengkulu: 16 Lokasi Terendam, Kawasan Pesisir Sungai Paling Parah

BACA JUGA:Nelayan Hilang di Muara Jenggalu Hari Kedua Belum Ditemukan, Tim Gabungan Sisir Perairan

“Kami sudah berkoordinasi dengan lintas sektor. Hari ini dapur umum langsung didirikan di tiga titik agar kebutuhan makanan warga bisa segera terpenuhi,” ujar I Made Ardana, Senin 6 April 2026.

Tiga lokasi dapur umum tersebut berada di Perumahan Korpri, Perumahan Ejukha, dan Kelurahan Rawa Makmur. Lokasi ini dipilih karena menjadi pusat sebaran warga terdampak banjir dengan kebutuhan logistik yang tinggi.

“Lokasi ini kami pilih karena menjadi pusat sebaran warga terdampak, sehingga distribusi logistik bisa lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelasnya.

Selain dapur umum statis, BPBD juga menyiagakan satu unit mobil dapur umum untuk mendukung distribusi makanan ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Untuk mobil dapur umum, saat ini kita memiliki satu unit dan akan kami siagakan di Perumahan Ejukha sebagai pusat distribusi ke wilayah sekitar,” tambahnya.

BACA JUGA:Lebong Nasibmu Kini: Alarm Keras dari Hutan yang Terabaikan

BACA JUGA:AS Monaco Bungkam Marseille 2-1 di Stadion Louis II, Aleksandr Golovin Jadi Pemecah Kebuntuan

BPBD juga terus memantau kondisi di sejumlah wilayah dengan dampak banjir paling parah, seperti Kelurahan Tanjung Agung dan Tanjung Jaya. Di kawasan tersebut, ketinggian air masih cukup tinggi sehingga sebagian warga bertahan di rumah atau mengungsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: