HONDA

Hari Pertama TKA SMP di Bengkulu Terkendala Server dan Internet, Sejumlah Siswa Kehabisan Waktu

Hari Pertama TKA SMP di Bengkulu Terkendala Server dan Internet, Sejumlah Siswa Kehabisan Waktu

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikdisbud Kota Bengkulu, Juli Andono--

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademis (TKA) tingkat SMP di Kota Bengkulu, Senin 6 April 2026, diwarnai sejumlah kendala teknis.

Gangguan server nasional, jaringan internet terputus, hingga peserta yang belum terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer menjadi hambatan dalam pelaksanaan ujian yang dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026.

Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdisbud) Kota Bengkulu memastikan kendala tersebut masih dalam batas wajar dan terus dilakukan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan di hari berikutnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikdisbud Kota Bengkulu, Juli Andono, mengatakan kendala teknis terjadi terutama pada sesi awal ujian.

BACA JUGA:BPBD Dirikan 3 Dapur Umum, Logistik Disiapkan untuk Warga Terdampak Banjir

BACA JUGA:Update Banjir Kota Bengkulu: 16 Lokasi Terendam, Kawasan Pesisir Sungai Paling Parah

“Di hari pertama ini memang masih kita temui beberapa kendala, salah satunya gangguan server yang terjadi secara nasional pada sesi pertama tadi pagi. Akibatnya, ada beberapa sekolah yang mengalami keterlambatan pelaksanaan karena server sempat down, meskipun hanya berlangsung sebentar,” ujar Juli, Senin 6 April 2026.

Selain server, gangguan jaringan internet juga menjadi perhatian. Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami koneksi terputus, khususnya yang masih menggunakan jaringan kabel LAN.

“Ada juga sekolah yang sempat mengalami gangguan internet terputus. Kami mengimbau agar sekolah bisa beralih menggunakan jaringan Wi-Fi, karena penggunaan LAN dengan kabel cukup rawan mengalami kendala teknis,” jelasnya.

Kendala lainnya berasal dari kesiapan peserta. Sejumlah siswa dilaporkan belum mampu menyelesaikan soal hingga waktu ujian berakhir.

“Kami masih menemukan peserta yang belum terbiasa, sehingga waktu habis sementara soal belum selesai dikerjakan. Kami harapkan peran guru, pengawas, dan orang tua untuk memberikan pengarahan lebih kepada siswa, karena jika waktu habis, tidak ada ujian susulan,” tegasnya.

BACA JUGA:Dihantam Ombak dan Angin Kencang, Kapal Nelayan di Bengkulu Karam, Satu Korban Masih Hilang

BACA JUGA:AS Monaco Bungkam Marseille 2-1 di Stadion Louis II, Aleksandr Golovin Jadi Pemecah Kebuntuan

Namun, untuk kasus tertentu seperti gagal login, peserta tetap diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: