HONDA

Dishub Kota Bengkulu Susun Strategi Hidupkan Kembali Angkot, One Way hingga Penataan Terminal

Dishub Kota Bengkulu Susun Strategi Hidupkan Kembali Angkot, One Way hingga Penataan Terminal

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Bengkulu, Rusman Effendy--

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyusun langkah strategis untuk menghidupkan kembali angkutan kota (angkot) yang kian menurun.

Sejumlah upaya disiapkan, mulai dari penataan sistem lalu lintas hingga pengembalian fungsi terminal, guna mendorong kembali peran transportasi umum di tengah dominasi kendaraan pribadi dan transportasi online.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Bengkulu, Rusman Effendy, mengatakan salah satu langkah awal adalah penerapan sistem satu arah (one way) di kawasan Jalan KZ Abidin.

“Kita coba menghidupkan kembali angkot. Salah satunya dengan mengaktifkan sistem one way di KZ Abidin. Harapannya, angkot seperti kuning, hijau, dan merah bisa kembali melintas dan aktif di jalur tersebut,” ujar Rusman, Selasa 7 April 2026.

BACA JUGA:Kota Bengkulu Masih Kekurangan Guru, Total 4.732 Tenaga Pengajar Belum Ideal

BACA JUGA:Dinkes Mukomuko Usulkan 2 Unit Ambulans untuk RS Pratama dan Puskesmas Ipuh

Namun, implementasi kebijakan tersebut di lapangan masih menghadapi kendala, terutama rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

“Memang penerimaan masyarakat belum maksimal. Masih banyak yang belum memahami dan belum patuh terhadap rambu-rambu, sehingga penerapan one way ini sedikit terhambat,” jelasnya.

Dishub juga telah melibatkan petugas parkir untuk membantu mengarahkan arus kendaraan sesuai sistem satu arah, meski pelaksanaannya belum optimal.

“Kita sudah minta petugas parkir untuk ikut mengarahkan kendaraan. Tapi di lapangan, kadang mereka lupa atau menganggap program ini hanya sementara, padahal ini jangka panjang,” tambahnya.

BACA JUGA:Perkiraan Akar Bencana Lebong: Krisis Ekologi dan Luka Terdalam Kelompok Rentan

BACA JUGA:Harga Emas Antam Melesat Rp19.000, Kini Bertengger di Level Rp2.850.000 per Gram

Selain itu, optimalisasi fungsi Terminal Panorama menjadi perhatian. Saat ini, sebagian area terminal dimanfaatkan sebagai lokasi berdagang, sehingga mengganggu aktivitas angkot.

“Terminal Panorama seharusnya jadi tempat angkot ngetem dan naik turun kan penumpang. Tapi sekarang sebagian digunakan untuk berdagang. Ini membuat fungsi angkot tidak berjalan maksimal,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: