Pemkot Bengkulu Andalkan Ikan Cegah Stunting, Edukasi DASHAT Sasar Keluarga Berisiko
Ibu balita mengikuti edukasi DASHAT di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak dan mencegah stunting melalui konsumsi ikan.--ist/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani bagi anak.
Strategi tersebut disampaikan melalui program Edukasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu.
Memasuki hari keempat pelaksanaan, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Teluk Segara, Selasa, 7 Juli 2026.
BACA JUGA:BLINC 3.0 Bidik Investor Global, Proyek Bengkulu Berpeluang Raup Investasi Triliunan Rupiah
BACA JUGA:9 Desa Mukomuko Lolos Program Padat Karya Kemenaker, Berpeluang Terima Dana Rp900 Juta
Program ini menyasar keluarga berisiko stunting, terutama ibu yang memiliki balita.
Selain memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, peserta juga diajarkan memilih bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau.
Langkah ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ikan Jadi Senjata Lawan Stunting
Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty, mengatakan edukasi DASHAT merupakan langkah preventif untuk mencegah stunting sejak usia dini.
Menurutnya, pemenuhan gizi anak harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran besar dalam menentukan pola makan anak.
"Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan edukasi DASHAT di Kecamatan Teluk Segara. Sasaran utama kami adalah keluarga berisiko stunting," ujar Rosminiarty.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa makanan bergizi tidak selalu mahal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


