HONDA

Krisis Vaksin Rabies di Lebong, 17 Ribu Hewan Terancam Tak Terlindungi Tahun 2026

Krisis Vaksin Rabies di Lebong, 17 Ribu Hewan Terancam Tak Terlindungi Tahun 2026

Krisis Vaksin Rabies di Lebong, 17 Ribu Hewan Terancam Tak Terlindungi Tahun 2026--Foto KORANRB.ID

RAKYATBENGKULU.COM - Kabupaten Lebong kini dalam bayang-bayang ancaman serius virus rabies. 

Memasuki awal tahun 2026, data menunjukkan bahwa program pengendalian rabies di wilayah ini masih jauh dari kata aman. 

Dari total populasi 17.487 Hewan Pembawa Rabies (HPR) yang terdata, baru sekitar 800 ekor atau hanya 4,57 persen yang telah mendapatkan vaksinasi sepanjang tahun lalu.

Angka ini sangat mengkhawatirkan karena terpaut jauh dari standar minimal yang ditetapkan ahli kesehatan hewan, yakni sebesar 70 persen untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). 

BACA JUGA:Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Indonesia di SEA Games 2025, Kemenpora Gandeng BRI Salurkan Bonus Atlet

BACA JUGA:Ketiak Bukan Sekadar Wangi, Tapi Juga Harus Sehat

Minimnya perlindungan pada hewan ini berbanding lurus dengan tingginya angka serangan terhadap manusia.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong, tercatat sebanyak 160 kasus gigitan HPR terjadi selama tahun 2025, dengan mayoritas melibatkan anjing sebagai media penularan utama.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disperkan Kabupaten Lebong, Meli Nela, memperingatkan bahwa tanpa vaksinasi yang masif, risiko penularan fatal dari hewan ke manusia tetap tinggi.

“Sepanjang tahun 2025 tercatat ada 160 korban gigitan HPR. Sementara capaian vaksinasi HPR di Lebong baru sekitar 4,57 persen,” ungkap Meli dikutip KORANRB.ID.

BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Pastikan Program Pro Rakyat Berlanjut, Bengkulu Kantongi Rp2 Triliun Dana Pusat

BACA JUGA:Disperindag Temukan Timbangan Curang, Pedagang Terancam Sanksi

Terkendala Stok Vaksin dari Pusat

Rendahnya cakupan vaksinasi di Kabupaten Lebong bukan disebabkan oleh kurangnya antusiasme, melainkan akibat krisis stok vaksin rabies yang terjadi sepanjang tahun berjalan. 

Kondisi ini membuat petugas di lapangan tidak mampu menjangkau seluruh populasi HPR yang tersebar di wilayah padat penduduk.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: