HONDA

Kopi yang Bikin Rindu dan BRImo, Dhio Sandy Bawa Ciari Kopi Bengkulu Tembus Pasar Digital hingga Jepang

Kopi yang Bikin Rindu dan BRImo, Dhio Sandy Bawa Ciari Kopi Bengkulu Tembus Pasar Digital hingga Jepang

Dhio Sandy berhasil membawa Ciari Kopi Bengkulu tembus pasar digital hingga Jepang berkat BRImo dan tagline Kopi yang Bikin Rindu.--Heri/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Pagi itu, seorang pemuda tampak sibuk di sudut ruang kecil yang menjadi tempat produksi sekaligus pusat aktivitas usahanya. Aroma kopi robusta yang baru digiling memenuhi ruangan, berpadu dengan suara plastik kemasan yang dibuka dan ditata satu per satu di atas meja.

Di atas meja kayu kecil itu, beberapa kemasan kopi yang didominasi warna cokelat dan putih tersusun rapi dengan label bertuliskan “Ciari Kopi Bengkulu”. Di balik usaha itu, ada sosok anak muda bernama Dhio Sandy, entrepreneur muda asal Bengkulu yang memilih merintis jalan usahanya dari secangkir kopi dan keyakinan bahwa produk lokal bisa dikenal lebih luas melalui teknologi digital.

Dengan teliti, entrepreneur muda itu mempersiapkan pesanan pelanggan yang masuk melalui marketplace Shopee. Satu per satu kemasan kopi diperiksa kembali, mulai dari kualitas bubuk kopi, berat isi, hingga kerapian label produk sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam paket pengiriman.

“Sekarang orang lebih mudah belanja online. Jadi kami juga harus menyesuaikan dengan perkembangan digital,” ujar Dhio.

BACA JUGA:Di Balik Hujan dan Secangkir Kopi, Ada Cerita Kemudahan Transaksi Digital Lewat BRImo

BACA JUGA:Kian Diminati, Pengguna BRImo Capai 45,9 Juta User dengan Transaksi Tembus Rp7.057 Triliun Sepanjang 2025

Bagi Dhio, marketplace bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga jembatan untuk membawa kopi lokal Bengkulu agar semakin dikenal hingga ke berbagai daerah bahkan mancanegara.

Dhio meyakini, kopi juga bukan sekadar minuman. Kopi adalah cerita tentang tanah Bengkulu, tentang tangan-tangan petani yang bekerja sejak pagi di lereng perkebunan, serta tentang mimpi anak muda daerah yang ingin membawa nama Bengkulu melintasi batas pulau bahkan negara.

“Awalnya karena saya memang suka kopi dan suka berdagang,” ujar Dhio sambil tersenyum ringan.

Hobi itu perlahan berubah menjadi peluang bisnis. Sejak Agustus 2021, ia mulai serius membangun usaha kopi dengan merek Ciari Kopi Bengkulu. Mengusung konsep kopi murni tanpa campuran bahan pengawet, Dhio memilih biji kopi robusta pilihan yang diambil langsung dari petani di Bengkulu Utara.

Provinsi Bengkulu sendiri memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia. Berbagai jenis kopi tumbuh subur di wilayah ini, mulai dari Arabika, Robusta hingga Liberika. Namun, kopi robusta masih menjadi primadona karena karakter rasanya yang kuat dan khas.

BACA JUGA:Tak Perlu Lagi ke Kota, IRT di Empat Lawang Ini Terbantu Beli Token Listrik Lewat BRImo

BACA JUGA:Persiapan Pensiun Jadi Lebih Mudah dengan One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo

Potensi besar itulah yang dilihat Dhio sebagai peluang. Ia tidak ingin kopi Bengkulu hanya dinikmati masyarakat lokal. Ia ingin kopi daerahnya bisa hadir di meja-meja rumah di berbagai kota bahkan luar negeri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: