HONDA

Dari Dapur Sederhana ke Pelanggan Setia, Cinta Donuts dan Mudahnya Bertransaksi dengan QRIS Transfer BRImo

Dari Dapur Sederhana ke Pelanggan Setia, Cinta Donuts dan Mudahnya Bertransaksi dengan QRIS Transfer BRImo

QRIS Transfer BRImo memudahkan transaksi di Cinta Donuts, donat yang dibuat di dapur sederhana hingga sampai ke pelanggan setia.--Heri/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Desi Yanti sudah berada di dapur sederhana rumahnya di Perumahan PS 5 Kelurahan Padang Serai, Kota Bengkulu yang menjadi pusat aktivitas usahanya, sore itu. Dia mulai menyiapkan bahan-bahan yang tersusun rapi. Tepung terigu, gula, telur, dan bahan lainnya satu per satu dituangkan ke dalam wadah besar.

Tangannya bergerak lincah mengaduk adonan. Sesekali ia memeriksa tekstur adonan dengan jemarinya, memastikan setiap bahan tercampur sempurna. Keringat tipis mulai terlihat di dahinya, namun senyum tak pernah lepas dari wajah perempuan yang telah menekuni usaha donat rumahan itu sejak 2024.

Bagi Desi Yanti, proses membuat adonan donat bukan sekadar rutinitas harian. Ada ketelitian dan kesabaran yang selalu dia jaga agar setiap donat yang dihasilkan memiliki tekstur lembut dan cita rasa yang disukai pelanggan. Setelah adonan kalis, ia menguleni kembali dengan gerakan berulang hingga terasa elastis di tangan.

Aroma khas adonan yang baru dibuat perlahan memenuhi ruangan. Di sudut dapur, beberapa tatakan donat telah menunggu untuk diisi. Dari tempat sederhana itulah ratusan donat diproduksi setiap hari, mengalirkan harapan dan semangat bagi perempuan yang terus berjuang mengembangkan usaha bernama Cinta Donuts.

BACA JUGA:Kopi yang Bikin Rindu dan BRImo, Dhio Sandy Bawa Ciari Kopi Bengkulu Tembus Pasar Digital hingga Jepang

BACA JUGA:Satu Klik Hampir Menjadi Petaka: Kisah Warga Bengkulu Menghindari Modus Penipuan KUR BRI Palsu

Setiap adonan yang ia buat seolah menyimpan cerita perjuangan. Dari usaha yang berawal dari coba-coba di rumah, kini Cinta Donuts mampu melayani pesanan pelanggan setiap hari. Semuanya dimulai dari tangan-tangan terampil Desi Yanti yang tak pernah lelah meracik adonan demi adonan.

Tak banyak yang tahu, usaha rumahan bernama Cinta Donuts itu berawal dari sebuah percobaan kecil. Bermodal rasa penasaran dan keinginan menambah pendapatan keluarga, Desi Yanti mulai mencoba membuat donat sendiri di rumah. Siapa sangka, dari usaha coba-coba tersebut, kini produknya mulai dikenal dan memiliki pelanggan tetap.

“Awalnya hanya iseng coba bikin donat sendiri. Saya pasarkan lewat media sosial dan WhatsApp. Ternyata banyak yang suka dan mulai pesan,” ujar Desi Yanti sambil tersenyum saat ditemui rakyatbengkulu.com, Kamis, 28 Mei 2026.

Media sosial menjadi langkah awal perempuan itu memperkenalkan usahanya. Foto-foto donat dengan topping berwarna-warni rutin ia unggah ke WhatsApp dan platform media sosial lainnya. Dari sana, pesanan mulai berdatangan satu per satu.

BACA JUGA:Di Balik Hujan dan Secangkir Kopi, Ada Cerita Kemudahan Transaksi Digital Lewat BRImo

BACA JUGA:Saat Anak Muda Lebong Beralih ke Digital, Kedai New Rumah Kaca Tumbuh Bersama QRIS BRI

Sebagian pelanggan memilih sistem open order. Sebagian lainnya membeli langsung melalui lapak tempat Desi Yanti menitipkan produknya. Saat ini, ada dua lapak yang menjadi tempat penjualan donat produksi Cinta Donuts.

Meski produksi masih terbatas, semangat Desi Yanti untuk mengembangkan usaha tidak pernah surut. Setiap hari, ia mampu memproduksi sekitar 200 donat untuk memenuhi kebutuhan lapak. Jumlah tersebut belum termasuk pesanan open order yang masuk melalui WhatsApp.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: