HONDA

Dari Sepeda Motor di Depan PTM, Iwan Wujudkan Mimpi Besarkan Kerupuk Maryam Bersama KUR BRI

Dari Sepeda Motor di Depan PTM, Iwan Wujudkan Mimpi Besarkan Kerupuk Maryam Bersama KUR BRI

Iwan Agustian mampu wujudkan mimpi membesarkan Kerupuk Maryam berkat KUR BRI yang menjadi tambahan modal usahanya.--Heri/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Terik matahari siang itu tak mengurangi semangat Iwan Agustian. Dengan sepeda motor yang diparkir di salah satu sudut depan Pasar Tradisional Modern (PTM) Mega Mall Kota Bengkulu, ia menawarkan satu per satu produk kerupuk hasil produksinya kepada para pengunjung pasar.

Di atas sepeda motor itulah berbagai jenis kerupuk kemasan tersusun rapi. Ada kerupuk jangek gandum, kerupuk jengkol, hingga kerupuk ikan yang menjadi andalan usahanya. Bagi sebagian orang, pemandangan itu mungkin terlihat biasa. Namun siapa sangka, dari cara sederhana itulah Iwan mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha yang kini dikenal dengan nama Kerupuk Maryam.

Perjalanan usaha tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Ada proses panjang, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang yang mengiringinya.

Iwan memulai usaha produksi kerupuk pada tahun 2015. Saat itu, ia melihat peluang pasar yang cukup besar untuk produk makanan ringan khas yang digemari masyarakat Bengkulu. Berbekal tekad dan kemampuan yang dimiliki, ia mulai memproduksi kerupuk dalam skala kecil dari rumah.

BACA JUGA:Dari Dapur Sederhana ke Pelanggan Setia, Cinta Donuts dan Mudahnya Bertransaksi dengan QRIS Transfer BRImo

BACA JUGA:Kopi yang Bikin Rindu dan BRImo, Dhio Sandy Bawa Ciari Kopi Bengkulu Tembus Pasar Digital hingga Jepang

Pada masa-masa awal, berbagai keterbatasan menjadi tantangan yang harus dihadapi. Modal usaha yang terbatas membuat kapasitas produksi belum bisa maksimal. Peralatan yang digunakan masih sederhana sehingga proses produksi membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, pemasaran juga dilakukan secara mandiri dengan menjajakan produk langsung kepada konsumen.

Meski demikian, Iwan tidak pernah menyerah. Baginya, setiap bungkus kerupuk yang terjual menjadi penyemangat untuk terus melangkah.

“Awalnya memang serba terbatas. Produksi sedikit demi sedikit. Yang penting usaha tetap jalan,” ujarnya saat berbincang dengan rakyatbengkulu.com, Jumat, 29 Mei 2026.

Seiring berjalannya waktu, produk Kerupuk Maryam mulai dikenal masyarakat. Rasanya yang gurih dan kualitas yang dijaga membuat pelanggan terus bertambah. Namun meningkatnya permintaan juga menghadirkan tantangan baru. Iwan membutuhkan tambahan modal agar produksi dapat ditingkatkan.


Saat ini, Kerupuk Maryam mampu memproduksi sekitar 100 hingga 200 bungkus kerupuk setiap hari. --Heri/rakyatbengkulu.com

BACA JUGA:Satu Klik Hampir Menjadi Petaka: Kisah Warga Bengkulu Menghindari Modus Penipuan KUR BRI Palsu

BACA JUGA:Di Balik Hujan dan Secangkir Kopi, Ada Cerita Kemudahan Transaksi Digital Lewat BRImo

Kesempatan itu datang ketika ia mengenal program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Pada tahun 2019, Iwan memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR BRI sebesar Rp30 juta. Baginya, keputusan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan usaha Kerupuk Maryam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: