HONDA

Dari Bengkulu ke Jepang, Dhio Membawa Kopi Lokal Menembus Pasar Digital Bersama Shopee

Dari Bengkulu ke Jepang, Dhio Membawa Kopi Lokal Menembus Pasar Digital Bersama Shopee

Dhio Sandy membawa kopi lokal "Ciari Kopi Bengkulu" menembus pasar digital bersama Shopee dari Bengkulu hingga ke Jepang.--Heri/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Aroma kopi robusta memenuhi sebuah ruangan sederhana di pagi hari. Di atas meja kayu yang tak terlalu besar, kemasan-kemasan berwarna cokelat dan putih tertata rapi. Label bertuliskan “Ciari Kopi Bengkulu” menjadi penanda bahwa dari tempat sederhana itu, sebuah mimpi sedang dirawat.

Di tengah kesibukan itu, Dhio Sandy bergerak cekatan. Ia memeriksa satu per satu pesanan yang masuk. Bubuk kopi ditimbang, kemasan diperiksa, label dirapikan, lalu paket disiapkan untuk dikirim kepada pelanggan.

Sesekali, tangannya berpindah dari kemasan kopi ke telepon genggam. Notifikasi pesanan baru dari marketplace Shopee menjadi bagian dari rutinitasnya.

Bagi Dhio, pemandangan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, setiap paket yang meninggalkan ruang produksi membawa cerita yang jauh lebih besar: tentang anak muda Bengkulu yang mencoba mengubah kegemaran terhadap kopi menjadi usaha, sekaligus membawa produk lokal keluar dari batas daerah.

“Sekarang orang lebih mudah belanja online. Jadi kami juga harus menyesuaikan dengan perkembangan digital,” ujar Dhio.

BACA JUGA:Naykilla dan Tenxi Tampil Ikonik di Iklan Shopee 9.9, Ini Keseruannya

BACA JUGA:Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Andalan Penuhi Kebutuhan Harian Tanpa Keluar Rumah

Berawal dari Suka Kopi dan Suka Berdagang

Tidak ada kisah instan dalam perjalanan Ciari Kopi Bengkulu.

Dhio memulai langkah serius membangun usaha tersebut sejak Agustus 2021. Berawal dari kegemarannya terhadap kopi dan berdagang, ia perlahan melihat peluang yang lebih besar dari komoditas yang selama ini tumbuh subur di tanah Bengkulu.

“Awalnya karena saya memang suka kopi dan suka berdagang,” katanya sambil tersenyum.

Dari kegemaran itu, lahirlah Ciari Kopi Bengkulu. Dhio memilih menggunakan kopi robusta murni tanpa campuran bahan pengawet. Biji kopi diperoleh langsung dari petani di wilayah Bengkulu Utara.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Bagi Dhio, kopi bukan sekadar produk yang dikemas lalu dijual.

Di dalam setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani yang bekerja sejak pagi, perkebunan yang menjadi sumber penghidupan, serta tanah Bengkulu yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi.

Robusta menjadi salah satu kekuatan utama. Karakter rasanya yang kuat dan khas menjadi modal bagi Dhio untuk memperkenalkan kopi Bengkulu kepada konsumen yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: