HONDA

Perubahan Cuaca Picu Risiko DBD, Dinkes Mukomuko Imbau Warga Waspada

Perubahan Cuaca Picu Risiko DBD, Dinkes Mukomuko Imbau Warga Waspada

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi--Bayu/rakyatbengkulu.com

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul perubahan cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir.

Peralihan cuaca dari panas terik ke hujan dinilai memicu munculnya genangan air di lingkungan permukiman warga. 

Kondisi ini berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, mengatakan perubahan iklim yang terjadi secara cepat berdampak langsung terhadap peningkatan risiko penyebaran DBD.

BACA JUGA:Sidak LPG Subsidi Jelang Ramadan 1447 H, Pemprov Bengkulu Tegaskan Larangan Penimbunan

BACA JUGA:Tak Sekadar Seremonial, Safari Ramadan 2026 Pemprov Bengkulu Hadirkan Pasar Murah dan Bantuan di 10 Daerah

"Perubahan dari panas ke hujan menyebabkan banyak air tergenang di sekitar rumah. Ini harus diwaspadai karena menjadi media berkembang biaknya nyamuk DBD," ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Menurutnya, ancaman DBD tidak hanya terjadi di wilayah padat penduduk, tetapi juga dapat muncul di kawasan perdesaan. Selama masih terdapat genangan air yang tidak dikelola dengan baik, potensi penyebaran penyakit tetap ada.

Dinkes Mukomuko menegaskan, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Upaya paling efektif adalah langkah mandiri dari masyarakat melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat.

"Warga diminta rutin membersihkan pekarangan, menguras tempat penampungan air, serta memastikan tidak ada wadah terbuka yang bisa menampung air hujan," pesannya.

BACA JUGA:Kanwil Kemenag Bengkulu Dorong Masjid Ramah Pemudik Jelang Ramadan 1447 H

BACA JUGA:Jam Kerja ASN Rejang Lebong Dikurangi Selama Ramadan, Disiplin Tetap Diawasi

Selain itu, kebiasaan menggantung pakaian bekas pakai di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Pakaian yang digantung terlalu lama dapat menjadi tempat istirahat nyamuk dan meningkatkan risiko gigitan di dalam rumah.

"Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, kewaspadaan kolektif menjadi kunci. DBD bukan sekadar ancaman musiman, tetapi penyakit yang bisa menyerang siapa saja jika lingkungan dibiarkan tidak terjaga dengan baik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: