TPT Mukomuko 3,33 Persen, Disnakertrans Siapkan Program Tekan Pengangguran
Kepala Disnakertrans Mukomuko, Nurdiana SE, MAP--
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tercatat sebesar 3,33 persen.
Angka tersebut dinilai masih dalam batas terkendali, namun tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Data statistik menunjukkan TPT Mukomuko berada di angka 3,33 persen.
Meski relatif stabil, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus menyiapkan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran.
"Meski angka tersebut masih dalam batas terkendali, namun tetap menjadi fokus utama pemerintah dalam menekan angka itu melalui berbagai program strategis ketenagakerjaan," ujar Kepala Disnakertrans Mukomuko, Nurdiana SE, MAP, Senin 2 Maret 2026.
BACA JUGA:Efisiensi Anggaran Rp400 Miliar, Gubernur Bengkulu Pertimbangkan Pinjaman Daerah Rp2 Triliun
BACA JUGA:Uji Lab BPOM Aman, Dinkes Mukomuko Tetap Pantau Takjil di Pasar Ramadan
Menurutnya, pengangguran terbuka mencerminkan jumlah angkatan kerja yang belum terserap di pasar kerja.
Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha, keterbatasan lapangan kerja formal, serta dinamika ekonomi daerah.
Disnakertrans Mukomuko memprioritaskan sejumlah langkah konkret, di antaranya peningkatan pelatihan berbasis kompetensi, penguatan informasi pasar kerja, serta perluasan akses penempatan tenaga kerja.
"Intervensi kebijakan tidak hanya difokuskan pada pencari kerja baru, tetapi juga pada peningkatan kualitas tenaga kerja yang sudah ada. Program pelatihan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan riil dunia kerja, termasuk sektor pertanian, perkebunan, jasa, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjadi penopang ekonomi daerah," ungkapnya.
BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Program Pro-Rakyat Berlanjut Usai Safari Ramadan
BACA JUGA:AS Roma Tetap di Empat Besar Usai Bermain Imbang 3-3 Kontra Juventus
Selain pelatihan, pemerintah juga mendorong kewirausahaan sebagai alternatif pengurangan pengangguran. Melalui pembinaan dan pendampingan, masyarakat didorong menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



