HONDA

Antisipasi Penyakit Ngorok, Distan Mukomuko Siapkan 4.300 Dosis Vaksin SE Tahun 2026

Antisipasi Penyakit Ngorok, Distan Mukomuko Siapkan 4.300 Dosis Vaksin SE Tahun 2026

Antisipasi Penyakit Ngorok, Distan Mukomuko Siapkan 4.300 Dosis Vaksin SE Tahun 2026--Bayu/rakyatbengkulu.com

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memastikan ketersediaan vaksin Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok untuk hewan ternak pada tahun 2026.

Sebanyak 4.300 dosis vaksin SE telah disiapkan guna mencegah penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada sapi dan kerbau.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP mengatakan vaksinasi menjadi langkah penting untuk melindungi ternak dari ancaman penyakit ngorok.

“Vaksinasi ini sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh ternak terhadap bakteri Pasteurella multocida yang menjadi penyebab utama penyakit ngorok pada kerbau dan sapi," ujarnya saat dihubungi, Rabu 4 Maret 2026.

BACA JUGA:196 Ribu Data Bansos di Kota Bengkulu Siap Diverifikasi Ulang, Dinsos Perketat Pengawasan

BACA JUGA:Genesis Surati DLHK, Dugaan Kebun Kas Desa di HPT dan HP Bengkulu Disorot

Ia menjelaskan, langkah antisipatif ini juga merujuk pada tingginya kasus SE yang terjadi pada 2025 lalu, khususnya di Kecamatan Teramang Jaya. 

Berdasarkan laporan, sekitar 2.000 ekor sapi dan kerbau mati mendadak atau terpaksa dipotong karena terjangkit penyakit tersebut, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi peternak.

“Dengan demikian, pelaksanaan vaksinasi ini menjadi langkah strategis dalam memberikan perlindungan optimal terhadap ternak sekaligus menjaga stabilitas dan keberlangsungan ekonomi para peternak di Mukomuko,” ungkapnya.

Distan Mukomuko juga telah mendistribusikan vaksin SE ke seluruh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di daerah tersebut.

BACA JUGA:Lacak Rantai Penadah, Macan Ratu Bekuk Pencuri HP di Kota Bengkulu

BACA JUGA:Dua Penalti Maut Bungkam Reims, Strasbourg Segel Tiket Semifinal Piala Prancis

"Kalau vaksin SE ini sudah kami salurkan kepada Puskeswan yang ada didaerah ini, terkait jadwal pelaksanaan vaksin terhadap hewan ternak tersebut itu tergantung dari Puskeswan kapan mereka ingin melaksanakannya" katanya.

Hari Mustaman menambahkan, hingga awal 2026 belum terdapat laporan kasus penyakit ngorok yang menyerang ternak di Kabupaten Mukomuko.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: