HONDA

Harga Gabah di Mukomuko Tembus Rp6.800 per Kg, Masih Untungkan Petani

Harga Gabah di Mukomuko Tembus Rp6.800 per Kg, Masih Untungkan Petani

Harga Gabah di Mukomuko Tembus Rp6.800 per Kg, Masih Untungkan Petani--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, masih berada pada level yang menguntungkan petani. 

Saat ini harga gabah yang dibeli para pengepul atau tauke bahkan melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pemantauan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, harga GKP tertinggi mencapai Rp6.700 hingga Rp6.800 per kilogram. 

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan HPP gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, mengatakan kondisi harga gabah saat ini relatif stabil dan masih memberikan keuntungan bagi petani.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Pastikan Penataan Danau Dendam Tak Sudah Mulai Dikerjakan

BACA JUGA:Tanpa Luis Suarez, Ini Daftar Lengkap 26 Pemain Uruguay di Piala Dunia 2026

"Dilihat dari harga GKP saat ini terbilang cukup stabil dan cenderung mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah bahkan melebihi harga HPP," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, HPP sebesar Rp6.500 per kilogram berlaku untuk gabah dengan kualitas standar. Sementara gabah yang memiliki kualitas lebih baik, seperti kadar air rendah dan bulir yang lebih bernas, dapat dihargai lebih tinggi oleh pembeli.

"Para tauke di daerah ini menampung hasil panen petani sejauh ini masih mematuhi HPP yang ditetapkan pemerintah. Bahkan untuk kualitas bagus, mereka berani membeli di atas HPP," ungkapnya.

Meski demikian, Elxsandi mengingatkan bahwa harga yang diterima petani juga dipengaruhi biaya pengangkutan atau langsir. 

Harga Rp6.700 hingga Rp6.800 per kilogram umumnya berlaku untuk gabah yang sudah siap diangkut ke kendaraan. Jika lokasi sawah sulit dijangkau kendaraan, petani biasanya harus menanggung biaya tambahan untuk proses langsir.

"Dengan harga gabah yang relatif baik dan dukungan pemerintah melalui bantuan benih, diharapkan produktivitas pertanian di daerah ini tetap terjaga serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: