HONDA

Sekolah Rakyat Mukomuko Ditargetkan Tampung 180 Siswa, Pendataan Belum Dibuka Ini Alasannya

Sekolah Rakyat Mukomuko Ditargetkan Tampung 180 Siswa, Pendataan Belum Dibuka Ini Alasannya

Rencana lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko. Sekolah ini ditargetkan menampung 180 siswa dari keluarga kurang mampu.--Bayu Erisman Putra/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mukomuko terus dipersiapkan sebagai solusi memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah yang akan dibangun di Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, itu ditargetkan mampu menampung hingga 180 peserta didik.

Meski demikian, masyarakat masih harus bersabar.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko memastikan proses pendataan calon peserta didik belum dapat dilakukan karena pembangunan fisik sekolah belum dimulai.

BACA JUGA:DKP Mukomuko: Tanpa Sertifikat Prima, Produk Petani Sulit Tembus Supermarket

BACA JUGA:BPBD Mukomuko Pastikan Belum Ada Krisis Air Bersih, Warga Tetap Diminta Waspada Kemarau

Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko menilai pendataan baru akan dilakukan setelah proyek pembangunan memasuki tahap pelaksanaan.

Langkah itu dilakukan agar proses penerimaan siswa berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kesiapan fasilitas.

Sekolah Rakyat Dirancang Tampung 180 Peserta Didik

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Faisal Amir, SH, mengatakan Sekolah Rakyat dirancang memiliki kapasitas total 180 siswa.

Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 90 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurutnya, kapasitas tersebut disiapkan untuk memberikan kesempatan belajar kepada lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan.

"Pendataan belum kita laksanakan. Kita masih menunggu sampai pembangunannya dimulai dulu. Nanti kalau gedungnya sudah ada atau prosesnya sudah berjalan, baru akan kita data secara lengkap," ujar Faisal.

Pendataan Menunggu Progres Pembangunan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: