Akademisi Desak Pemerintah Perketat Perlindungan Gizi Ibu dan Anak Korban Banjir Sumatera
Ilustrasi anak-anak yang jadi korban terdampak banjir Sumatera --Foto Antaranews.com
RAKYATBENGKULU.COM - Sejumlah akademisi menyoroti serius kondisi kesehatan ibu dan anak yang terdampak bencana banjir di Sumatera.
Mereka mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dan terukur, terutama dalam perlindungan gizi kelompok rentan di wilayah terdampak bencana.
Sorotan utama tertuju pada masih lemahnya edukasi pangan bagi masyarakat, khususnya di lokasi pengungsian.
Guru Besar Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Tria Astika Endah Permatasari, menilai kebijakan pemerintah harus lebih berani agar kesalahan pola konsumsi tidak terus berulang dan berdampak jangka panjang.
BACA JUGA:Gol Dorgu Antar MU Tekuk Newcastle, Setan Merah Naik ke Lima Besar
BACA JUGA:Desain Solid dan Layar 120Hz, OPPO A6x Sama Sekali Tidak Terasa Murahan
“Harapannya tentu pemerintah berani dan tegas terkait dengan edukasi dan kebijakan ini, karena generasi manis hari ini akan berujung masa depan pahit," kata Guru Besar Ahli Gizi UMJ, Dr. Tria Astika Endah Permatasari dikutip Antaranews.com, Sabtu 27 Desember 2025.
Menurut Tria, kondisi di lapangan saat ini masih diwarnai berbagai persoalan pangan.
Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah praktik pemberian kental manis kepada anak, yang masih dianggap sebagai pengganti susu oleh sebagian masyarakat terdampak banjir.
Masalah tersebut semakin kompleks karena kental manis kerap menjadi bagian dari paket bantuan sosial yang didistribusikan kepada korban bencana.
Akibatnya, persepsi keliru tentang nilai gizi produk tersebut terus berlanjut, khususnya di kalangan keluarga dengan balita.
Temuan di lapangan ini sejalan dengan hasil penelitian akademisi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
BACA JUGA:Sambut Ikon Wisata Baru, Satpol PP dan Linmas Bengkulu Siapkan Pengamanan Total Belungguk Point
BACA JUGA:Isu Banpol Dipangkas Dibantah, Pemprov Bengkulu Pastikan Tetap Rp5.000 per Suara
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



