Money Politik Disebut Ulah Kandidat, Praktisi: Menghapus Pilkada Langsung Sama dengan Mengkhianati Rakyat
Muslim Chaniago, SH, MH.--ist/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Praktisi Hukum Tata Negara, Muslim Chaniago, SH, MH, menilai money politik lahir dari kandidat yang tidak percaya diri.
“Money politik itu muncul karena kandidat tidak percaya diri,” kata Muslim Chaniago.
Menurutnya, inisiatif money politik berasal dari kandidat, bukan dari rakyat.
“Tawaran uang selalu datang dari kandidat, tidak pernah dari rakyat,” ujarnya.
Muslim menyebut kandidat pelaku money politik umumnya miskin gagasan dan rekam jejak.
Ia menilai rakyat memilih uang karena kualitas kandidat dinilai rendah.
“Nilai uang yang dibagikan lebih tinggi dari nilai diri seorang kandidat,” katanya.
Muslim menegaskan sistem Pilkada langsung merupakan sistem demokrasi yang baik.
Menurutnya, pengembalian Pilkada ke DPRD adalah bentuk pengkhianatan demokrasi.
“Menghapus Pilkada langsung sama dengan mengkhianati kedaulatan rakyat,” ujarnya.
Ia menyoroti pertemuan politik yang kerap diwarnai praktik bagi-bagi uang.
“Dalam pertemuan politik, kandidat langsung membagi uang tanpa diminta rakyat,” katanya.
Muslim membandingkan skala money politik antara Pilkada dan Pemilu Legislatif.
Menurutnya, biaya money politik di Pileg jauh lebih besar. Sementara dalam Pilkada, nilainya jauh lebih kecil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



