Menkomdigi Tegaskan Kolaborasi Pers dan AI Jadi Kunci Hadapi Disinformasi Digital
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026) mengatakan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam praktik jurnalistik harus tetap menjadikan kepentingan publik --ist/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan kolaborasi pers, pemerintah, dan platform digital semakin mendesak.
Kolaborasi dinilai penting menghadapi disinformasi dan dampak kecerdasan artifisial.
Pernyataan disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 di Banten.
Tema konvensi membahas pers, AI, dan transformasi digital untuk kepentingan publik.
BACA JUGA:Resmi! Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, PWI Pusat Tetapkan Keputusan
BACA JUGA:Daftar Lengkap Pemenang SIWO PWI Award 2025, Atlet hingga Tokoh Daerah Diganjar Penghargaan
“AI dalam jurnalistik harus berpijak pada kepentingan publik,” kata Meutya Hafid.
Ia mengingatkan pers tidak mengorbankan kepercayaan publik demi kecepatan algoritma.
Menurutnya, peran pers kian vital sebagai penjaga integritas ruang publik digital.
“Pers kredibel dan independen adalah kebutuhan demokrasi,” ujarnya.
Kemkomdigi bersama Dewan Pers menyusun kebijakan merespons disrupsi teknologi AI.
Kebijakan mencakup etika AI, perlindungan konten, dan keabsahan berita.
BACA JUGA:SIWO PWI Award 2026 Apresiasi Atlet dan Insan Olahraga Berprestasi di HPN Banten
BACA JUGA:Psikolog Soroti Maraknya Bullying di Bengkulu, Dampaknya Bisa Tinggalkan Trauma Panjang
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

