Kementerian Komunikasi dan Digital Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital Lewat Koperasi Merah Putih
Kementerian Komunikasi dan Digital Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital Lewat Koperasi Merah Putih--Ist
RAKYATBENGKULU.COM – Keberadaan 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini tersebar di seluruh Indonesia mulai menjadi kekuatan baru dalam menopang ekonomi desa dan pengembangan UMKM.
Namun di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur digital nasional, tantangan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan teknologi digital oleh koperasi desa dan pelaku UMKM.
Pemerintah pun memastikan pembangunan infrastruktur teknologi tidak hanya berhenti pada penyediaan jaringan internet, tetapi juga harus mampu dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis digital.
Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, pemerintah terus mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi motor penggerak UMKM lokal di berbagai daerah.
BACA JUGA:Banjir Terjang Kabupaten Lebong, Dandim Rejang Lebong Turunkan 20 Personel untuk Evakuasi Warga
BACA JUGA:Final Liga Champions 2025/26: Duel Raksasa PSG vs Arsenal Bakal Tersaji di Budapest
Hal tersebut disampaikan Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani dalam Workshop Media Cerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna yang diikuti jurnalis media daring, cetak, televisi, dan radio di Semarang, Rabu (6/5/2026).
Menurut Farida, KDKMP memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, dari sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah masuk ke ekosistem digital.
“Transformasi digital UMKM dan koperasi desa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kolektif agar UMKM bisa naik kelas, lebih adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Farida.
Ia menambahkan, pemerintah telah membangun infrastruktur telekomunikasi secara masif. Saat ini cakupan jaringan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia, sedangkan layanan 5G tersedia di 22 persen pusat ekonomi dan kawasan urban.
BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Dukung UKK Industri di SMKN 3 Seluma
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Percepat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Data Jamsostek 2026
“Penguatan infrastruktur ini kami arahkan agar koperasi desa dan UMKM semakin terkoneksi dengan internet, membuka akses pasar yang lebih luas, serta memperkuat daya saing daerah,” jelasnya.
Farida menilai pembangunan ekonomi nasional tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Desa dan kelurahan memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru jika didukung konektivitas dan literasi digital yang memadai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

