Inflasi Bengkulu 2,77 Persen, Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat laju inflasi di Bengkulu pada Desember 2025 masih berada dalam kondisi terkendali.
Secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), inflasi Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,90.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik yang digelar di Aula Kantor BPS Provinsi Bengkulu, Senin 5 Januari 2026.
“Inflasi tahunan Bengkulu pada Desember 2025 masih berada pada level yang relatif stabil dan mencerminkan dinamika harga yang wajar di masyarakat,” ujar Win Rizal.
BACA JUGA:Tiga Kebakaran Terjadi di Awal Tahun, Damkar Soroti Akses Sempit Permukiman saat Pemadaman Kebakaran
BACA JUGA:DP3AP2KB Catat Kekerasan Terhadap Anak di Mukomuko Naik, Pelaku Didominasi Orang Terdekat
Secara wilayah, inflasi y-on-y tertinggi tercatat di Kabupaten Mukomuko sebesar 3,83 persen dengan IHK 108,80. Sementara itu, Kota Bengkulu mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,43 persen dengan IHK 108,93.
Win Rizal menjelaskan, inflasi y-on-y di Provinsi Bengkulu terutama dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 7,05 persen.
Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,56 persen, serta kelompok transportasi sebesar 1,74 persen.
“Tekanan harga paling dominan masih berasal dari kelompok makanan, terutama komoditas yang sensitif terhadap cuaca dan distribusi,” jelasnya.
BACA JUGA:Bupati Mukomuko Ajak ASN Jadikan 2026 Tahun Pengabdian Nyata
BACA JUGA:Kasus Korupsi Dana Desa Padang Burnai Naik Sidik, Polisi Endus Mark Up Ratusan Juta
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi atau penurunan indeks harga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

