HONDA

Ketua Umum Hipmi Bengkulu Isi Materi di Universitas Tokyo, Ajak PPI Jepang Naik Kelas Jadi Pelaku Usaha

Ketua Umum Hipmi Bengkulu Isi Materi di Universitas Tokyo, Ajak PPI Jepang Naik Kelas Jadi Pelaku Usaha

Ketua Umum Hipmi Bengkulu Isi Materi di Universitas Tokyo, Ajak PPI Jepang Naik Kelas Jadi Pelaku Usaha--Ist/Rakyatbengkulu.com

RAKYATBENGKULU.COM - Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, MM, MBA, mendorong mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, untuk berani bertransformasi dari pengamat menjadi pelaku usaha.

Hal itu disampaikan Yosia saat menjadi pemateri dalam kegiatan Expert Insight Session di University of Tokyo, Komaba Campus, Meguro City, pada 31 Januari 2026.

Dalam forum bertema “Amonia dan Hidrogen sebagai Energi Masa Depan dan How to Be an Entrepreneur: Membangun Pengusaha Lintas Sektor”, Yosia menekankan bahwa tantangan masa depan tidak cukup dijawab dengan capaian akademik semata, tetapi membutuhkan keberanian membangun usaha nyata melalui pendekatan joint, collaboration, dan co-creation lintas negara dan sektor.

“Intinya jelas, kita tidak boleh berhenti hanya sebagai penonton atau analis. Mahasiswa Indonesia, termasuk PPI Jepang, harus berani menjadi pelaku usaha. Jepang membuka banyak peluang konkret, tinggal siapa yang siap mengeksekusi,” tegas Yosia.

BACA JUGA:Step Up dengan Generasi Terbaru, All New Honda Vario 125 Semakin Keren dan Sporti

BACA JUGA:Dukung Pemulihan Bencana di Sumatera, AHM Hadirkan Layanan Service Motor Gratis dan Bangun Sarana Air Bersih

Dalam paparannya, Yosia mengungkap sejumlah peluang usaha strategis di Jepang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi Indonesia–Jepang. 

Di antaranya sektor pertanian modern seperti anggur, stroberi, dan matcha yang memiliki nilai tambah tinggi serta pasar global yang kuat.

Selain itu, sektor food and beverage (F&B) seperti coffee shop dan bakery dinilai memiliki prospek besar apabila dikembangkan dengan konsep diferensiasi produk, storytelling, serta konsistensi kualitas.

Yosia juga menyoroti potensi besar di sektor energi terbarukan, khususnya pemanfaatan limbah dan cangkang yang dapat diolah menjadi sumber energi bagi biomass power plant. 

Menurutnya, sektor ini membuka ruang kolaborasi antara akademisi, pengusaha, dan investor, sekaligus menjadi solusi dalam mendorong transisi energi berkelanjutan.

“Energi masa depan tidak hanya soal teknologi tinggi, tetapi juga bagaimana kita mengubah limbah menjadi nilai ekonomi. Di sinilah peran entrepreneur sangat dibutuhkan,” ujarnya.

BACA JUGA:Janji Hentikan Kasus dengan Imbalan Uang, 2 Oknum Polisi di Bengkulu Kena OTT

BACA JUGA:Dinkes Bengkulu Imbau Warga Waspada Virus Nipah, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: