Dihantam Ombak dan Angin Kencang, Kapal Nelayan di Bengkulu Karam, Satu Korban Masih Hilang
Pencarian terhadap korban yang hilang--
RAKYATBENGKULU.COM - Insiden kapal nelayan karam di muara perairan Jenggalu kawasan Pantai Pasir Putih Kota Bengkulu, pada Minggu 5 April 2026, menyisakan duka.
Satu nelayan dilaporkan masih hilang setelah perahu yang ditumpangi dihantam gelombang tinggi dan angin kencang sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa nahas tersebut menyeret dua nelayan asal Kelurahan Lempuing, yakni Beri (62) dan Sapril (53) yang akrab disapa Ujang Sidik.
Dalam kondisi darurat, keduanya sempat melompat dari kapal untuk menyelamatkan diri.
Beri berhasil selamat setelah berenang menuju bibir pantai.
BACA JUGA:AS Monaco Bungkam Marseille 2-1 di Stadion Louis II, Aleksandr Golovin Jadi Pemecah Kebuntuan
BACA JUGA:Program Satu Desa Satu Santri Segera Jalan di Bengkulu, Pemprov Siapkan Skema Pendanaan Kolaboratif
Sementara itu, Ujang Sidik hingga kini masih dinyatakan hilang dan diduga tenggelam di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Made Ardana, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan dengan mengerahkan tim gabungan ke lokasi.
Operasi pencarian melibatkan BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, relawan, serta instansi terkait lainnya, dan turut dipantau oleh Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni PL Tobing.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak melakukan pencarian. Namun kondisi cuaca pasca badai berupa hujan deras dan angin kencang menjadi kendala utama di lapangan,” ujar Made Ardana.
Hingga sekitar pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar titik kejadian meski dihadapkan pada jarak pandang terbatas dan gelombang tinggi.
Sementara itu, korban selamat, Beri, mengungkapkan bahwa sebelum kapal karam, perahu yang mereka gunakan sempat kemasukan air.
Ia bahkan sempat berusaha menolong rekannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




