Jelang Mubes XIII, TP Sriwijaya Bengkulu Tegaskan Calon Ketua Umum Wajib Kader Internal
Kiagus M Syukri, SH, Sp.M. --
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) XIII Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026 di Jakarta, TP Sriwijaya Bengkulu menyuarakan harapan agar calon Ketua Umum yang akan memimpin organisasi ke depan berasal dari kader internal yang telah melalui proses pengabdian dan kaderisasi di tubuh organisasi.
Sikap tersebut disampaikan Ketua TP Sriwijaya Bengkulu, Kiagus M Syukri, SH, Sp.M.
Menurutnya, pemimpin yang lahir dari kader internal memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap nilai-nilai, budaya serta arah perjuangan organisasi.
Selain itu, kader dinilai telah memiliki rekam jejak yang jelas dalam membangun dan menjaga eksistensi organisasi.
Kiagus menjelaskan, kader yang tumbuh dari proses organisasi memahami berbagai dinamika yang terjadi di internal, mulai dari visi dan misi, aturan organisasi, hingga tantangan yang pernah dihadapi.
BACA JUGA:Upacara Hari Lahir Pancasila di Mukomuko, Bupati Serukan Semangat Kebangsaan
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Percepat Pembangunan Infrastruktur, OPD Diminta Jaga Target Proyek
Dengan bekal pengalaman tersebut, seorang kader diyakini tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi ketika dipercaya memimpin organisasi.
Selain memahami karakter organisasi, kader juga dianggap telah menunjukkan loyalitas dan komitmen melalui pengabdian yang dilakukan selama bertahun-tahun.
Menurutnya, hal itu menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program kerja dan memastikan arah organisasi tetap sesuai dengan tujuan yang telah dibangun bersama.
Ia menilai, kepemimpinan yang berasal dari kader juga mampu menjaga soliditas organisasi karena telah memiliki kedekatan emosional dengan anggota.
Kepercayaan yang terbangun selama proses berorganisasi menjadi faktor penting untuk memperkuat persatuan dan mendorong regenerasi kepemimpinan yang sehat di masa mendatang.
Kiagus menegaskan bahwa syarat kaderisasi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah dan identitas organisasi.
Menurutnya, kader yang telah teruji akan lebih memahami tanggung jawab untuk membesarkan organisasi dibandingkan figur yang tidak pernah menjalani proses kaderisasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




