HONDA

Pendapatan APBN Bengkulu Melonjak 31,25 Persen, Pajak Jadi Motor Utama Hingga Juni 2026

Pendapatan APBN Bengkulu Melonjak 31,25 Persen, Pajak Jadi Motor Utama Hingga Juni 2026

Ilustrasi aktivitas pelayanan perpajakan di Bengkulu. Pendapatan APBN Bengkulu hingga Juni 2026 mencapai Rp1,42 triliun dengan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 35,38 persen.--peri/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren positif hingga akhir Semester I 2026.

Pertumbuhan penerimaan negara yang mencapai 31,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi sinyal meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah.

Data tersebut disampaikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu dalam Buletin PENDAP Volume XXIX Tahun 2026.

Hingga 30 Juni 2026, pendapatan APBN di Bengkulu telah mencapai Rp1,421 triliun.

BACA JUGA:DKP Bengkulu Pastikan Aturan Baru BBM Subsidi Tak Kurangi Hak Nelayan, Kuota Tetap Utuh

BACA JUGA:Polisi Selidiki Video Asusila Diduga Libatkan Pelajar di Rejang Lebong, Masyarakat Diminta Tak Sebarkan

Nilai tersebut setara 42,66 persen dari target penerimaan tahun ini.

Di sisi lain, realisasi belanja negara telah menembus Rp7,243 triliun atau 52,53 persen dari total pagu anggaran.

Capaian itu menunjukkan pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara peningkatan penerimaan dan percepatan belanja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penerimaan Pajak Jadi Penopang Utama

Kontributor terbesar pendapatan APBN di Bengkulu masih berasal dari sektor perpajakan.

Hingga akhir Juni 2026, penerimaan pajak mencapai Rp1,166 triliun.

Angka tersebut menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan negara di Bengkulu.

Selain pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga memberikan kontribusi signifikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: