HONDA

Pendapatan APBD Bengkulu Capai Rp3,77 Triliun, Semester I 2026 Ditutup dengan Defisit Rp32,56 Miliar

Pendapatan APBD Bengkulu Capai Rp3,77 Triliun, Semester I 2026 Ditutup dengan Defisit Rp32,56 Miliar

Pendapatan APBD Provinsi Bengkulu mencapai Rp3,77 triliun hingga Juni 2026 untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.--peri/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Provinsi Bengkulu hingga Semester I 2026 menunjukkan aktivitas fiskal yang terus berjalan untuk menopang pembangunan.

Hingga 30 Juni 2026, pendapatan daerah telah mencapai Rp3,766 triliun, sementara belanja daerah terealisasi sebesar Rp3,799 triliun.

Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menyebabkan APBD agregat Provinsi Bengkulu mencatat defisit sebesar Rp32,56 miliar.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih berada dalam koridor pengelolaan fiskal yang mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan publik.

BACA JUGA:KUR di Bengkulu Tembus Rp2,16 Triliun, Lebih dari 25 Ribu UMKM Nikmati Pembiayaan

BACA JUGA:Transfer ke Daerah Bengkulu Tembus Rp4,55 Triliun, Dana Desa Jadi yang Tertinggi Serap Anggaran

Data tersebut disampaikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu melalui Buletin PENDAP Volume XXIX Tahun 2026.

Realisasi pendapatan daerah hingga akhir Juni telah mencapai 32,36 persen dari target APBD tahun anggaran 2026.

Pendapatan tersebut menjadi sumber utama pembiayaan berbagai program pemerintah daerah.

Pendapatan Transfer Masih Jadi Tulang Punggung

Struktur pendapatan APBD Bengkulu masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat.

Hingga akhir Juni 2026, pendapatan transfer telah mencapai Rp3,066 triliun.

Nilai tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan daerah.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp687,15 miliar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: