Prabowo Mau Tutup 700 BUMN Lagi, Target Hemat Rp100 Triliun dari Gaji Direksi
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan 700 BUMN hingga akhir 2026 untuk mengejar penghematan Rp100 triliun.--antaranews.com/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana besar pemerintah merampingkan jumlah perusahaan milik negara.
Bukan hanya 290 BUMN yang sudah ditutup, pemerintah masih akan menutup ratusan perusahaan lainnya.
Prabowo menyebut sedikitnya 700 BUMN akan ditutup hingga akhir 2026.
Jika rencana tersebut terealisasi, jumlah BUMN diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.
BACA JUGA:Mukomuko Masuk Zona Rawan Bencana Tinggi, Warga Diminta Siapkan Tas Siaga
BACA JUGA:Pemutihan Pajak Kendaraan Bengkulu Bikin Pendapatan Melonjak, Sudah Tembus Rp21 Miliar per Bulan
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah memangkas biaya operasional.
Prabowo bahkan memasang target penghematan hingga Rp100 triliun.
Sumber penghematan antara lain berasal dari biaya rutin, overhead, serta gaji direksi dan komisaris.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin.
Mengapa Prabowo ingin memangkas 700 BUMN?
Prabowo mengatakan pemerintah telah mengevaluasi kinerja perusahaan negara.
Sebanyak 290 BUMN disebut tidak menguntungkan atau memiliki kinerja buruk.
Perusahaan tersebut kemudian ditutup dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


