1.350 Hotspot Muncul di Bengkulu, Pemprov Mulai Tegur Perusahaan Perkebunan
Pemprov Bengkulu memperketat pengawasan perusahaan setelah 1.350 hotspot terdeteksi dan 125,15 hektare lahan terindikasi terbakar.--ist/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai memperketat pengawasan terhadap perusahaan perkebunan menyusul tingginya temuan titik panas.
Sedikitnya 1.350 hotspot terdeteksi di wilayah Bengkulu sepanjang Januari hingga 27 Agustus 2026.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu Safnizar.
Besarnya jumlah titik panas membuat pemerintah tidak ingin mengambil risiko.
Perusahaan perkebunan diminta memperkuat deteksi dini dan sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
BACA JUGA:KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Jaksel
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Gandeng TNI Percepat Pembangunan Desa, Fokus Bantu Rakyat
Perusahaan yang dinilai tidak serius bahkan terancam mendapat teguran dari Pemprov Bengkulu.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan pemerintah akan memastikan perusahaan memiliki tim yang siap melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran.
“Kita akan kasih teguran dan kita akan turunkan tim agar mereka mempunyai teamwork pengamanan pencegahan kebakaran,” kata Mian di Bengkulu, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi, dan Pengendalian Karhutla Provinsi Bengkulu.
Berapa Hotspot yang Terdeteksi di Bengkulu?
Data DLHK menunjukkan ancaman titik panas tersebar di sejumlah wilayah.
Kabupaten Kaur menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


