Komunikasi Digital dan Dampaknya Terhadap Pradaban Timur: Menjaga Silaturrahim dan Masa Depan Generasi
Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid, M.P.--
RAKYATBENGKULU.COM - Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah secara mendasar cara manusia berinteraksi.
Telepon genggam (HP) kini tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Hampir semua lapisan masyarakat—orang tua, dewasa, remaja, bahkan anak-anak—hidup dalam genggaman layar.
Berbagai survei menunjukkan lebih dari 90 persen masyarakat aktif menggunakan HP, dan sekitar 92 persen di antaranya menunjukkan kecenderungan ketergantungan, terutama pada media sosial dan aplikasi percakapan.
Kemudahan ini memang membawa manfaat besar. Namun tanpa disertai etika komunikasi dan kedewasaan digital, teknologi justru berpotensi merusak sendi-sendi persaudaraan, kekeluargaan, bahkan pembentukan karakter generasi muda.
Perbedaan yang Tak Terelakkan
Setiap ruang komunikasi—baik grup keluarga, grup kerja, komunitas sosial, maupun lingkungan pabrik—diisi oleh individu yang berbeda latar belakang: usia, pendidikan, profesi, status sosial, lingkungan, karakter, dan pola pikir.
Dari perbedaan tersebut lahir beragam gaya komunikasi: ada yang santai dan humoris, ada yang serius, gemar berbagi nasihat agama, mengulas isu sosial-politik, rajin membagikan artikel, hingga sekadar menjadi pembaca pasif.
Perbedaan ini sejatinya adalah kekayaan sosial. Namun tanpa etika, perbedaan berubah menjadi sumber salah paham, emosi, dan konflik yang tidak perlu.
Keaktifan Berbeda, Etika Tetap Sama
Keaktifan anggota grup memang tidak pernah sama. Ada yang sangat aktif, ada yang sesekali, ada pula yang jarang berbicara namun setia membaca.
Semua itu wajar. Yang sering dilupakan adalah bahwa keaktifan tidak selalu mencerminkan kedewasaan, dan diam bukan berarti tidak peduli.
HP membuat orang mudah berbicara tanpa berpikir panjang. Jari bergerak cepat, sementara pertimbangan akal dan nurani tertinggal. Akibatnya, emosi mudah tersulut, rasa tersinggung membesar, dan ruang silaturrahim berubah menjadi ruang ketegangan.
Lima Dampak Buruk HP terhadap Etika Sosial
Penggunaan HP yang berlebihan dan tidak beretika telah memunculkan dampak sosial yang nyata:
1. Menurunnya kesantunan berbahasa, kata-kata kasar dan sindiran mudah diketik.
2. Berkurangnya rasa hormat antar sesama, usia dan pengalaman sering diabaikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

