HONDA

Perkiraan Akar Bencana Lebong: Krisis Ekologi dan Luka Terdalam Kelompok Rentan

Perkiraan Akar Bencana Lebong: Krisis Ekologi dan Luka Terdalam Kelompok Rentan

Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid, M.P--

RAKYATBENGKULU.COM - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Lebong tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa alam semata.

Ia adalah akumulasi panjang dari tekanan ekologis yang dibiarkan berlangsung bertahun-tahun, dan kini menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius.

Menanggapi pandangan putra daerah yang mengurai kondisi faktual di lapangan, kita mendapatkan gambaran yang semakin terang: kerusakan hulu daerah aliran sungai (DAS) telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

---

Kerusakan DAS: Fakta yang Tidak Bisa Disangkal

Beberapa indikasi kuat menunjukkan degradasi serius pada DAS di wilayah Lebong:

BACA JUGA:Napoli Kudeta Posisi AC Milan di Peringkat Kedua Usai Menang Tipis 1-0

BACA JUGA:Harga Emas Antam Melesat Rp19.000, Kini Bertengger di Level Rp2.850.000 per Gram

Alih fungsi hutan di hulu Air Ketahun akibat transmigrasi dan perambahan telah mengubah kawasan lindung menjadi permukiman dan kebun, termasuk indikasi penetrasi ke kawasan konservasi seperti TNKS.

Pembukaan wilayah baru di hulu (seperti Tik Sirong dan sekitarnya) memperluas tekanan terhadap catchment area utama.

DAS Air Kotok menghadapi tekanan dari aktivitas eksplorasi energi panas bumi yang berpotensi mengganggu struktur tanah dan tata air.

Bioa Ngeai dan Air Uram mengalami degradasi tutupan hutan yang signifikan, ditandai dengan hilangnya sumber air alami (contoh: Bio Tik Baes yang mulai mengering).

Secara umum, jika mengacu pada pola nasional dan observasi lapangan, dapat diperkirakan:

Lebih dari 40–60% tutupan hutan di hulu DAS telah mengalami degradasi

Daya serap air tanah menurun drastis

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: