HONDA

Maju Bersama Membangun Kemandirian

Maju Bersama Membangun Kemandirian

Peserta sarasehan kebangsaan dari UNIB--

Oleh: Suharyanto, Dosen Fakultas Pertanian Unib – Peserta Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026. 

Rangkuman Pelaksanaan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026

RAKYATBENGKULU.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan: Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada tanggal 26–28 Juni 2026. Forum nasional ini dihadiri oleh lebih dari 2.600 peserta, terdiri atas sekitar 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, para dekan, guru besar, dosen, ilmuwan, peneliti, serta mitra industri dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia", sarasehan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia riset, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan kontribusi nyata ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai simposium dan diskusi panel yang membahas isu-isu strategis, antara lain pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi industri, serta penguatan riset dan inovasi nasional. 

Acara yang menghadirkan sejumlah menteri, kepala lembaga, serta pakar nasional dan internasional tersebut dibuka dan ditutup langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa pada hakikatnya selalu ditentukan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA:Saat Desa BRILiaN Menumbuhkan Mimpi Baru, Buah Naga Mengubah Wajah Sumber Mulya

BACA JUGA:Menjaga Roda Ekonomi Kampung Nelayan Pulau Baai, Agen BRILink Manijo Permudah Transaksi Masyarakat Pesisir

Oleh karena itu, perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya inovasi, solusi, dan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Menurut Presiden, kampus tidak boleh hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional. 

Dalam arahannya, baik pada saat pembukaan maupun penutupan acara, Presiden kembali mengingatkan seluruh elemen bangsa agar menjadikan nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945 sebagai landasan utama pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

Indonesia merupakan negara yang dikaruniai sumber daya alam yang melimpah serta sumber daya manusia yang besar. Sesuai amanat konstitusi, kekayaan alam tersebut harus dikelola oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Namun, cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh komponen bangsa membangun kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan mengedepankan semangat gotong royong.

Presiden juga memberikan perhatian besar terhadap peran strategis perguruan tinggi sebagai tempat bersemainya para intelektual, ilmuwan, peneliti, dan inovator bangsa. Menurut beliau, pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan kontribusi aktif kalangan akademisi dalam menghasilkan riset yang berkualitas, inovasi yang aplikatif, serta rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti ilmiah (evidence-based policy). Kampus diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan dunia industri sehingga hasil-hasil penelitian benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. 

BACA JUGA:Bengkulu Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Strategi Pangkas Rantai Pasok Jadi Kunci

BACA JUGA:Harga Obat Naik, Dinkes Bengkulu Pastikan Pelayanan Rumah Sakit dan Puskesmas Tetap Optimal

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 juga menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi pemerintah–perguruan tinggi–industri (triple helix) sebagai fondasi pembangunan nasional. Melalui sinergi tersebut diharapkan hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi mampu dihilirisasi menjadi inovasi, teknologi, produk, maupun kebijakan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: