Pemkot Bengkulu Matangkan Karnaval Batik Internasional 2026, Usung Konsep Night Carnival
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata mematangkan persiapan Karnaval Batik Internasional 2026 yang akan digelar spektakuler dengan konsep Gemerlap Besurek Night Carnival.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 18 April 2026 mulai pukul 18.30 WIB. Rute karnaval akan melintasi Jalan Suprapto, Simpang Lima, hingga berakhir di kawasan Belungguk Point.
Mengusung tema Etnik Glow in the Dark, jalan utama kota akan disulap menjadi panggung peragaan busana terbuka dengan sentuhan cahaya malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan konsep tahun ini dirancang lebih inovatif dengan menggabungkan budaya dan teknologi visual.
BACA JUGA:152 Angkot Bengkulu Terdata, Dishub Siapkan Strategi Hidupkan Transportasi Kota
BACA JUGA:Call Center 117 Disiagakan, BPBD Mukomuko Perkuat Respons Bencana
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Batik Besurek tidak hanya ditampilkan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikemas dengan sentuhan modern yang atraktif melalui permainan cahaya di malam hari,” ujar Nina, Rabu 8 April 2026.
Ia menyebut, partisipasi peserta dari berbagai kalangan menjadi daya tarik utama, termasuk keterlibatan mahasiswa internasional.
“Partisipasi mahasiswa internasional menunjukkan bahwa Batik Besurek mulai mendapat perhatian global. Ini momentum penting untuk membawa budaya lokal kita ke panggung dunia,” jelasnya.
Selain itu, perwakilan dari sembilan kabupaten di Provinsi Bengkulu, pelajar, hingga masyarakat umum juga akan ikut serta dengan menampilkan kostum kreatif dan inovatif.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ambil bagian melalui kendaraan hias bercahaya yang akan memeriahkan karnaval malam.
BACA JUGA:13 Kasus DBD Tercatat, Dinkes Kota Bengkulu Ingatkan Ancaman Pasca Banjir
BACA JUGA:Disparpora Mukomuko Usulkan Anggaran Rp50 Miliar untuk Pembangunan GOR
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi semua kalangan untuk berkreasi. Namun tentu dengan konsep yang harus selaras dengan tema besar, yakni memadukan etnik dan inovasi,” tambah Nina.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




