HONDA

Pemkot Bangun 2 RS Sementara

Pemkot Bangun 2 RS Sementara

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan membangun dua Rumah Sakit (RS) untuk tangani corona. Kedua RS ini akan dibangun di eks Terminal Betungan dan di Balai Adat yang berada di Jalan A. Yani No 1 Kelurahan Kebun Keling. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, kalau RS yang akan dibangun di bekas Terminal Betungan merupakan RS lapangan. Kemudian untuk di Balai Adat merupakan RS sementara. RS ini nantinya, berbentuk seperti hangar. Masing-masing RS sementara ini bisa menampung pasien hingga 144 orang. “Untuk membangun kedua RS ini memakan biaya hingga Rp 17 miliar. Setelah selesai pembahasan dengan DPRD terkait realokasi dana ini maka kedua RS ini akan segera kita kerjakan. Pembangunan ini untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan penyebaran virus Corona di Bengkulu,” jelasnya. Dia menambahkan, kalau petugas yang akan mengerjakan pembuatan RS ini nantinya menggunakan tenaga lokal dari Bengkulu. “Ini salah satu cara agar warga Kota Bengkulu tetap bisa menghasilkan uang meskipun kondisi seperti ini. Selain itu kita juga menghindari untuk mengambil tukang dari luar daerah yang berpotensi bisa membawa virus Corona ke Bengkulu,” ungkapnya.

2 RS Sementara

Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE menjelaskan, kalau Pembangunan RS ini merupakan salah satu cara mengatisipasi apabila situasi darurat virus Corona ini semakin parah dan gawat, yang membuat RS tidak mampu menampung lagi semua pasien. Apabila nantinya di setiap RS sudah tidak mampu lagi maka pasien tersebut bisa diletakkan di RS sementara ini. “Anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan kedua RS ini, merupakan anggaran realokasi, yang akan dipangkas di setiap OPD yang berkisar Rp 200 miliar,” jelasnya. Kemudian, dia berpesan dalam menyikapi virus Corona ini tidak perlu panik, virus ini bukan virus yang mematikan. “Maksudnya bukan virus yang mematikan, apabila orang terkena virus ini langsung mati, itu kan tidak terjadi. Ini virus biasa yang bisa disembuhkan dan yang terkena virus ini sudah banyak sembuh,” katanya. Orang yang meninggal dunia karena virus ini biasanya pasien tersebut memang ada penyakit lain atau komplikasi. Seperti penyakit jantung, diabetes dan sebagainya. Meskipun begitu, tidak boleh juga lalai atau mengabaikan penyakit ini. “Mari kita sama-sama dengan pemerintah untuk menangani persoalan ini agar darurat virus Corona ini bisa selesai dan cepat berlalu,” demikian Helmi. (jee)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: