HONDA

Dilantik Periode Kedua, Agusalim Targetkan Modal Inti Rp 1 Triliun

Dilantik Periode Kedua, Agusalim Targetkan Modal Inti Rp 1 Triliun

BENGKULU – Tugas besar diemban H. Agusalim setelah resmi dilantik sebagai Direktur Utama Bank Bengkulu. Terutama dengan keluarnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Ia menargetkan, akhir tahun 2020 ini Bank Bengkulu sudah memiliki modal inti Rp 1 triliun.

“Tahun 2021 Bank Bengkulu harus memiliki modal inti Rp 2 triliun, tahun 2023 modal inti Rp 3 triliun. Ini tantangan bagi Bank Bengkulu. Ini perlu perjuangan maksimal,” ungkap Agusalim usai dilantik oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, Jumat (3/7).

Saat ini, lanjut Agusalim, Bank Bengkulu masih menjadi bank umum dengan kategori BUKU 1. Yakni Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha dengan modal inti sampai dengan Rp 1 triliun. “Saat ini modal inti Bank Bengkulu masih dibawah Rp 1 triliun. Ini yang sedang kami perjuangkan agar mampu meraih modal inti Rp 1 triliun sampai akhir tahun,” jelasnya.

Agusalim optimis, target Rp 1 triliun dapat tercapai. Sehingga Bank Bengkulu menjadi BUKU 2. Hal ini dilihat dari skala bisnis yang pertumbuhannya terus membaik. Termasuk dari segi kinerja. Selanjutnya untuk menghadapi tahun 2021 dimana bank umum harus memiliki modal inti Rp 2 triliun, Bank Bengkulu sudah menyiapkan strategi.

“Agar terpenuhi, kami akan mengambil langkah membuat kelompok usaha bank (KUB) yang nanti akan bergabung dengan bank inti yang sudah memenuhi standar bank dengan modal inti Rp 3 triliun,” ungkap Agusalim. Langkah tersebut menurut Agusalim, sesuai dengan regulasi POJK 12 yang membolehkan membentuk KUB. Ada bank inti atau bank induk, yang lainnya menjadi bank induk.

Hingga Juni 2020, modal inti Bank Bengkulu sudah mencapai Rp 850 miliar. Ia yakin, kurun enam bulan kedepan tambahan modal inti Rp 150 miliar akan tercapai. Sumbernya berasal dari pemegang saham bank syariah, dari laba, peningkatan bisnis dan penjualan saham seri B yang sekarang sedang gencar disosialisasikan Bank Bengkulu.

Terkait dengan pandemi Covid-19 yang sekarang sedang melanda dunia termasuk Bengkulu, Agusalim mengungkapkan dampaknya tidak terlalu besar. Terbukti laba hingga Juni mencapai Rp 85 miliar. “Tahun lalu hingga akhir tahun laba mencapai Rp 107 miliar. Sekarang baru setengah tahun Rp 85 miliar. Jadi sampai akhir tahun, mudah-mudahan bisa melampaui laba tahun lalu,” kata Agusalim.

Targetkan Naik Kelas

Disela pelantikan, Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah menekankan agar Bank Bengkulu bisa mencapai target modal inti Rp 1 triliun. “Seluruh jajaran, divisi, cabang, semua harus semakin diperkuat agar Bank Bengkulu bisa terus tumbuh dan tangguh. Tingkatkan konsolidasi,” ujar Rohidin.

Disisi lain, Rohidin juga mengucapkan terima kasih kepada Asmai Ishak yang telah mengabdi sebagai Komisaris Independen Bank Bengkulu selama empat tahun. Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggal Asmai, saat ini sudah diajukan nama mantan Kapolda Bengkulu Irjen. Pol. Supratman untuk mengikuti fit and proper tes (uji kelayakan dan kepatutan) di OJK. “Satu nama sudah kami ajukan. Tinggal lagi menunggu hasilnya,” kata Rohidin.

Prosesi pelantikan yang berlangsung kemarin, juga sekaligus menjadi momen pelepasan jabatan Asmai Ishak sebagai Komisaris Independen Bank Bengkulu. Setelah habis masa habaran Ia berencana kembali ke Kota Gudeg Yogyakarta.

Tampak hadir pada acara pelantikan Direktur Utama dan pelepasan Komisaris Independen, Wakil Walikota Dedy Wahyudi, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid, Wakil Bupati Bengkulu Utara Ari Septia Adinata, Wakil Bupati Rejang Lebong Iqbal Bastari, Bupati Seluma Bundra Jaya, jajaran komisaris, direksi, pimpinan divisi dan karyawan Bank Bengkulu.

Salurkan CSR

Sementara itu, Jumat (3/7) pagi, Bank Bengkulu juga menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Bengkulu melalui mitra kerjanya, Harian Rakyat Bengkulu. Bantuan yang disalurkan berupa 150 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu.

Bantuan CSR itu diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin Divisi Corporate Secretary (Corsec) Bank Bengkulu Fanny Irfansyah kepada General Manager Bank Bengkulu Marsal Abadi di Graha Pena Rakyat Bengkulu.

“Sembako ini kami salurkan kepada warga Bengkulu yang terdampak pandemi Covid-19 melalui mitra kami, Harian Rakyat Bengkulu. Semoga bantuannya bermanfaat bagi penerima,” pesan Fanny.

Diketahui Bank Bengkulu secara rutin menyalurkan CSR kepada masyarakat melalui berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, seni dan budaya, kesehatan, olahraga, ibadah keagamaan, lingkungan hidup dan alam, serta hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Di tahun 2019, CSR yang disalurkan mencapai Rp 1,39 miliar. Sementara hingga triwulan I tahun 2020 CSR yang sudah disalurkan sebesar Rp 950, 8 juta. (ken)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: