HONDA

Penjualan Sapi Kurban Menurun

Penjualan Sapi Kurban Menurun

BENGKULU - Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Provinsi Bengkulu saat ini juga berdampak pada penjualan sapi kurban. Ini ikut dirasakan oleh PT. Sinar Rafflesia Jaya (Siraja) Bengkulu, yang bergerak di bidang peternakan sapi. Manager PT Siraja Bengkulu, Maryoto menyampaikan penurunan penjualan sapi kurban pada perayaan Idul Adha 1441 Hijriah di Provinsi Bengkulu turun hingga 20 persen dibanding tahun lalu. "Hari raya tahun ini, untuk penjualan sapi kita menurun sekitar 20 persen," kata Maryoto, Selasa (21/7).

Dikatakannya, untuk harga masih sama seperti tahun kemarin. Dimana untuk harga sapi bali dikisaran Rp 14 juta sampai Rp 17 juta. Sementara untuk Sapi Brahman Cross (BX) dan persilangan, itu dikisaran harga Rp 23 juta hingga Rp 25 juta.

"Kebanyakan sapi bali ya, konsumen lebih suka belinya. Sekarang masih ada 10 ekor untuk stok kita," tambahnya.

Penurunan juga terjadi pada stok sapi yang mencapai 30 persen. Bahkan dipeternakan itu, stok sapi kurban sangat sedikit jika dibanding tahun lalu. Pihaknya hanya memiliki stok 39 ekor sapi Bali, 15 ekor sapi BX, 1 ekor sapi jenis Chiroles dengan bobot 800 Kg.

" Dan harga yang kita tawarkan Rp 50 juta per ekornya," tukasnya.

Ia menyebutkan, 1 ekor lagi sapi jenis Limosin yang bobotnya lebih dari 1 ton, dan harga yang ditawarkan senilai Rp 75 juta.

"Minimnya stok sapi ini lantaran di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan pendistribusian sapi dan peminat masyarakat yang hendak berkurban juga berkurang. Kelihatannya sepi yang berkurban pada hari raya Idul Adha tahun ini," tukas Budi.

Selain itu untuk sapi yang disiapkan bakal kurban dijamin kesehatannya. Biasanya sepekan jelang Idul Adha, ada petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) datang mengecek ke sini.

"Kesehatan pasti dijamin, nanti menjelang hari Idul Adha ada pemeriksaan tim Dinkes Kota Bengkulu," tutupnya.

Terpisah,  Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu,  drh. Nopiyeni, MMA mengimbau semua masjid dan musala yang hendak melakukan kurban, wajib menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak fisik.

"Untuk pelaksanaan kurban pada tahun ini harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," sampainya.

Selain itu, pemotongan hewan kurban juga hanya dilakukan panitia dan petugas, pendistribusian daging kurban-pun dilakukan oleh panitia ke rumah-rumah penerima manfaat. Selain itu, setiap orang juga diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun, serta mengedepankan protokol kesehatan. (war)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: