HONDA

Mengantarkan Kurban Berkualitas ke Perbatasan Suriah

Mengantarkan Kurban Berkualitas ke Perbatasan Suriah

Di perbatasan Turki-Suriah, ratusan ribu orang yang bersesak di tenda-tenda pengungsian mengkhidmati Iduladha dengan penuh kesederhanaan. Mereka tidak menyangka kalau hari itu dapat menikmati daging kurban dari saudara nun jauh di sana.

AZAS, REYHANLI – Ahmed Abbas (36) tidak pernah betul-betul tahu letak Indonesia. Ia hanya tahu bahwa negara dengan penduduk muslim terbesar itu adalah negeri para dermawan. Ahmed mendapat kabar dari relawan Global Qurban - ACT yang bertugas mendistribusikan daging kurban di tempat tinggalnya, Azas, Aleppo, Suriah.

Sebagai tukang konstruksi, penghasilan Ahmed tidak bisa dikatakan cukup. Semua bahan makanan dan kebutuhan hidup langka dan mahal. Belum lagi, kota tempat tinggalnya itu menjadi tujuan para pengungsi yang mencari keamanan.

“Akhirnya saya dapat menyajikan makanan bergizi untuk keluarga. Sejak harga daging melambung tinggi di wilayah ini, aku tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan lauk daging untuk keluarga,” cerita ayah lima anak itu kepada relawan ACT, Agustus 2019 lalu.

Azas hanya terletak lima kilometer dari gerbang perbatasan Suriah-Turki, Bab al-Salama. Geografisnya yang mendekati Turki membuat Azas “relatif” aman. Di satu sisi, kota ini menjadi tujuan ribuan pengungsi dari berbagai kota tetangga. Sejumlah tenda pengungsian pun didirikan pengungsi internal, bahkan ribuan pengungsian informal.

Wisam Badawi, relawan ACT untuk distribusi kurban di Azas tahun lalu mengatakan, walaupun relatif aman, Azas juga kerap menjadi target serangan. Bahkan, rumah dan sekolah turut hancur. Kolaps itu membuat ekonomi turut ambruk. Banyak masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar, apalagi untuk daging kurban.

“Kurban dari pekurban Indonesia tentu sangat berarti. Bukan hanya sekedar bantuan makan, namun juga dukungan,” kata Wisam. Ia dan sejumlah relawan lainnya bertugas membagikan daging ke dua ribu keluarga di Azas.

Selain Azas, kurban dermawan Indonesia juga sampai di Reyhanli, Hatay, Turki. Kota yang mengakomodasi kebanyakan penduduk Suriah karena letak geografisnya.

Fatih Gumus, mitra Global Qurban – ACT untuk distribusi kurban di Reyhanli, melaporkan, penduduk Reyhanli sebenarnya juga sangat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Kebanyakan mereka yang tinggal di Reyhanli pun berpenghasilan sangat rendah. Kedatangan pengungsi dengan jumlah yang sangat besar pun membuat kita kerap menjumpai tempat tinggal yang kurang layak.

“Sebab itu, kalau kita ke Reyhanli, kita akan menemukan para pengungsi yang tinggal di rumah semi jadi, gerobak, atau tenda terpal, dan tempat-tempat yang tidak layak,” kata Fatih.

Lanjut Firdaus, daging kurban menjadi hadiah yang amat berarti di kala Iduladha. Sebab, jarang sekali di antara mereka yang bisa berkurban dalam keadaan seperti itu. “Kami berharap, semoga tahun ini para dermawan dapat kembali menemani kami dengan daging kurban terbaik di kala Iduladha,” harap Fatih. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: