HONDA

Siswa Miskin Tak Wajib Pakai Seragam, Pikirkan Dampak Psikologis Siswa

Siswa Miskin Tak Wajib Pakai Seragam, Pikirkan Dampak Psikologis Siswa

BENGKULU – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu, yang memperbolehkan siswa miskin menggunakan pakaian bebas pantas, mulai menarik tanggapan dari sejumlah pihak.

Ketua PGRI Kota Bengkulu, Nawardi mengatakan, meski tak mempersoalkan kebijakan tersebut, namun ia berharap agar Dinas Pendidikan bisa memikirkan dampak psikologis dari siswa miskin nantinya.

Dimana dengan diperbolehkannya siswa mikin menggunakan pakaian bebas pantas saat di sekolah, maka tentu akan membuat pakaian sekolah siswa menjadi tidak seragam. BACA JUGA: Siswa Miskin Tak Wajib Pakai Seragam Sekolah

Tentunya hal itu bukan membuat siswa kurang mampu menjadi tambah percaya diri, namun justru berpotensi membuat siswa tersebut minder dengan kawan-kawannya.

“Oleh karena itu, kalau memang itu akan dikeluarkan dalam bentuk imbauan, pemberitahuan, larangan untuk sekolah maka pemerintah harus menganggarkan bantuan untuk pengadaan baju seragam sekolah,” jelasnya.

Ia pun meminta agar Dinas Pendidikan tidak mengeluarkan pernyartaan tanpa adanya solusi.

Sehingga membuat yang pengambil kebijakan sekolah itu menjadi resah.

“Kalau Pemkot siap, sebagai stakeholder pendidikan itu adalah ide. Silakan saja. Tapi kalau tidak siap saya rasa itu tidak pas, membuat edaran semacam itu,” tutupnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu Zainal Azmi, M.Pd memastikan, aturan siswa miskin tidak wajib mengenakan seragam sekolah, tetap akan dijalankan. BACA JUGA: Warga Ramai Ajukan Izin Pesta Nikah, Dua Hari Ada 20 Pesta

Apalagi aturan tersebut sudah diberlakukan mulai tanggal 13 Agustus. Zainal pun optimis dan yakin tidak akan terjadi aksi bully kepada siswa miskin yang tidak mengenakan seragam sekolah.

Namun ia lebih mengkhawatirkan adanya para orangtua yang mampu secara ekonomis namun ikut-ikutan malas membeli seragam sekolah anaknya.

“Kita lihat nanti, kalau terjadi ada pembullyan. Disitu juga menjadi pemukul sosial untuk yang tidak mampu itu mencari akal agar bisa membeli seragam. Entah itu dengan cara kredit ataupun bertahap, jangan sampai memanfaatkan SE, jangan tidak berusaha. Baca Selanjutnya>>

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: