HONDA

Upayakan Bantuan Hukum TKI Asal Seluma di Taiwan yang Diduga Lakukan Pembunuhan

Upayakan Bantuan Hukum TKI Asal Seluma di Taiwan yang Diduga Lakukan Pembunuhan

SELUMA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Kabupaten Seluma akan mengupayakan bantuan hukum kepada warga asal Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara berinisial SP (28). SP merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan yang diduga melakukan pembunuhan. BACA JUGA: Penyebab Perundungan karena Caci Maki di Medsos FB

Kepala Disnakertrans Kabupaten Seluma, Riduan Sabrin mengatakan saat ini SP sedang menjalani proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian Taiwan. Namun pihak keluarga maupun Disnakertrans belum dapat menghubungi SP.

“Kita sedang mengupayakan memberi bantuan hukum. Sudah kami surati pihak P3TKI yang kantornya di Palembang, Sumatera Selatan untuk memberikan bantuan hukum," jelasnya.

Riduan  menerangkan, informasi yang dihimpun, SP diduga membunuh seorang wanita yang juga merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu, Jawa Barat, Ka (31).

Pembunuhan terjadi di lokasi kebun tomat yang mana tempat tersebut merupakan lokasi SP bekerja. BACA JUGA: Selingkuhi Istri Tetangga, Karyawan Dibekuk polisi

"Diduga terjadi kesalahpahaman antara keduanya, hingga SP ini diduga membunuh korban. Korban ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka di kebun tomat," terangnya.

Sementara itu diketahui SP saat ini statusnya merupakan TKI ilegal, karena sudah putus hubungan kerja dengan PJTKI yang menyalurkan.

"Awalnya SP ini mau berangkat dari Seluma, namun karena tidak sabar, ia langsung ke Bekasi dan berangkat melalui salah satu perusahaan PJTKI. Ternyata setelah berada di Taiwan, ia memutus hubungan kerja dengan PJTKI, dan pindah kerja. Statusnya ilegal sekarang," beber Riduan. BACA JUGA: Dana ZIS di Baznas Jaksa Pertanyakan

Menurutnya, Disnakertrans akan tetap berupaya untuk memberikan bantuan hukum kepada SP. "Bagaimanapun dia tetap warga Seluma, warga Indonesia," terangnya. (juu/RBOnline) Simak Video Berita 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: