HONDA

Terbengkalai, Minta Bukit Kandis Jadi Aset Desa

Terbengkalai, Minta Bukit Kandis Jadi Aset Desa

TERBENGKALAI: Salah satu aset yang berada di wisata Bukit Kandis terbengkalai. (Foto: Ist/RB)

BENGKULU TENGAH- Pemerintah Desa (Pemdes) Durian Demang Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah meminta pengelolaan wisata Bukit Kandis diserahkan kepada pemdes. Saat ini wisata Bukit Kandis beserta beberapa bangunan yang berada di objek wisata tersebut terbengkalai karena tidak ada yang merawat.

Kades Durian Demang Zainal menjelaskan, ia sangat prihatin dengan kondisi objek wisata yang berada di Bukit Kandis tersebut. Saat ini kondisinya tidak terurus, terbengkalai hingga aset yang rusak. Sedangkan di kawasan tersebut banyak sekali potensi wisata yang bisa dikembangkan dan dijadikan pendapatan bagi desa.

"Beberapa waktu lalu Kementerian Lingkungan Hidup maupun Pemkab Bengkulu Tengah sudah menjanjikan bahwa aset objek wisata Bukit Kandis akan diserahkan kepada kita Pemdes Durian Demang," kata Zainal.

"Namun kenyataannya hingga saat ini belum juga diserahkan, makanya pada saat ini kondisinya seperti terbengkalai," sambung Zainal.

Ia menambahkan, padahal objek Bukit Kandis sudah masuk dalam objek wisata Desa Wisata Durian Demang. Tetapi pihak desa tidak dapat mengelolah atau mengembangkan objek wisata tersebut, karena memang belum ada penyerahan secara resmi kepada Pemdes Durian Demang. Apabila dikelola dengan baik, maka objek wisata ini dapat menjadi salah satu potensi Pendapatan Asli Desa (PADes).

"Kita berharap kepada pemerintah bisa menyerahkan pengelolaannya kepada kita pemdes. Selain bisa menambah pemasukan, agar objek wisata kita ini bisa dikelola dengan baik dan kami bisa mengembangkannya lagi. Mengenai usulan pelimpahan aset sudah diajukan berkali-kali, namun tidak direspon pihak Kementerian maupun pemkab," papar Zainal.

Apalagi di kawasan objek wisata tersebut terdapat bangunan gedung, toilet, pondok teduh, lapangan parkir, rabat beton dan genset yang terbengkalai karena tidak ada yang mengurus. Khusus pondok teduh sudah roboh.

"Semua aset tersebut dibangun sejak tahun 2018 lalu dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 2 miliar yang sumber anggarannya dari Kementerian Lingkungan Hidup," pungkas Zainal. (jee)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: