HONDA

Dua Minggu Terendam Banjir Warga Blokir Jalan Desa

Dua Minggu Terendam Banjir Warga Blokir Jalan Desa

KEPAHIANG, rakyatbengkulu.com - Sudah hampir dua pekan terendam banjir, warga Dusun 9 Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang tak kunjung dapat perhatian dari pemerintah, baik Pemkab Kepahiang maupun DPRD Kepahiang. Akibatnya Jumat (17/12) warga pun memblokir jalan lintas Desa Tebat Monok - Desa Kelilik sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Tokoh Masyarakat Dusun 9, Abdul Haris mengungkapkan, ada 48 rumah warga yang terdampak banjir. Ini baru pertama kali terjadi dan selama ini setiap kali hujan rumah warga aman-aman saja. Salah satu penyebabnya adalah, pembangunan jalan lapen yang dilakukan Dinas PUPR Kepahiang. Karena dengan adanya pembangunan jalan, air tidak bisa lagi mengalir dan terlihat seperti bendungan.

"Kalau saya lihat akibat jalan yang dibangun Dinas PUPR, karena jalan yang dibangun terbilang tinggi serta tidak ada drainase yang diberikan termasuk gorong - gorong supaya air bisa mengalir," ungkap Haris yang juga mantan anggota DPRD Kepahiang ini

Menurut Haris, selama ini jalan belum dilakukan pembangunan tidak pernah adanya genangan yang terjadi seperti sekarang ini. "Perencanaan pembangunan jalan yang dilakukan Dinas PU Kepahiang salah, karena tidak adanya gorong-gorong serta drainase. Sehingga menyebabkan air tidak bisa mengalir dan terjadilah genangan," sambung Haris.

Untuk tindaklanjut penanggulangan genangan air yang terjadi, pihaknya meminta supaya Pemkab Kepahiang melakukan pembangunan drainase dengan segera. Karena ketika dibiarkan, maka setiap kali hujan akan mengalami hal yang sama. Ketika Pemkab Kepahiang belum adanya tindakan nyata, maka blokir jalan belum akan dibuka hingga sampai kapanpun.

"Mengapa kami blokir jalan, karena Pemkab Kepahiang, DPRD Kepahiang dan OPD terkait tidak adanya tindakan. Padahal kejadian seperti ini sudah 11 hari berlangsung, hingga akhirnya kita turun ke jalan dan melakukan pemblokiran jalan. Seandainya Pemkab Kepahiang memberikan solusi maka pemblokiran tidak akan terjadi," tegas Haris.

Selanjutnya, mendapati aksi warga tersebut, sekitar pukul 10.30 WIB, Wabup Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP, Kepala BPBD Kepahiang Ir. Taufik dan Kepala Dinas PU Kepahiang Rudi Sihaloho, ST datang ke lokasi dan menemui warga.

Wabup Kepahiang menjanjikan akan melakukan penanggulangan dengan cara mendatangkan alat berat (Exsavator,red) untuk mengeruk drainase sementara guna air yang tergenang bisa kering.

"Perlu diketahui jalan merupakan kewenangan pihak provinsi, hanya saja lantaran akan dilakukan tindaklanjut cepat kita akan mendatangkan alat berat untuk menggali drainase sehingga genangan air bisa kering. Akan kita datangkan hari ini (kemarin, red) juga, sekarang alat beratnya dalam perjalanan dari Bengkulu untuk ke Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang," ungkap Wabup.

Dengan telah adanya tindakan yang diambil Pemkab Kepahiang supaya pemblokiran jalan bisa dibuka oleh warga sehingga akses jalan bisa kembali lancar. "Saya minta supaya jalan dibuka, sehingga akses jalan bisa lancar. Karena kita sudah akan melakukan tindaklanjut dan kita pastikan sore ini (sore kemarin, red) alat berat tiba di lokasi dan mulai melakukan penggalian drainase," janji Wabup.

Terkait permintaan pembukaan blokir jalan oleh Wabup Kepahiang, warga lainnya menjawab. Warga setempat akan melihat terlebih dahulu alat beratnya tiba di Tebat Monok, ketika alat berat tiba maka dipastikan blokir jalan akan dibuka.

"Alat beratnya akan kita tunggu, kita pastikan ketika alat berat tiba disini (Tebat Monok, red) blokir jalan akan kita buka. Karena kita ingin kepastian dan bukan janji," sampai Mus Mulyadi warga lainnya.

Polres Buka Blokir Jalan

Selanjutnya sekitar pukul 13.30 WIB, Polres Kepahiang bersama Dinas PUPR pun melakukan pengerukan bahu jalan yang menjadi penyebab tersumbatnya air sehingga menyebabkan banjir menggenang puluhan rumah warga sekitar.

Kapolres Kepahiang AKBP. Suparman, S.IK, MAP mengungkapkan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan warga Dusun 9 Desa Tebat Monok. Dan warga bersedia membuka blokir jalan jika Pemkab Kepahiang melakukan pengerukan bahu jalan untuk membuat siring sebagai saluran air.

"Dan setelah itu, kita koordinasikan kepada Dinas PUPR dan BPBD untuk menurunkan alat berat, guna melakukan pengerukan. Dan setelah itu blokir jalan pun kita buka. Kedepan kita harapkan ada mediasi antara Pemkab dan warga, guna mencari solusi atas persoalan ini," singkat Kapolres. (sly)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: