Pungli SPT Parkir Pantai Panjang Diusut Polisi, Diduga Juga Ada di Lokasi Lain

Pungli SPT Parkir Pantai Panjang Diusut Polisi, Diduga Juga Ada di Lokasi Lain

Pemilik SPT parkir kawasan Pantai Panjang diperiksa polisi terkait dugaan pungli di Jalan Pariwisata.--Ist/rakyatbengkulu.disway.id

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.DISWAY.ID - Unit Tipidkor Satreskrim Polres Bengkulu melakukan pengusutan dugaan pemungutan liar (Pungli) SPT parkir di zona 9 Jalan Pariwisata, Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Diduga praktik serupa juga ada di lokasi lain. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengusutan atas dugaan tersebut.

Sebelumnya, pihak Satreskrim Polres Bengkulu mengamankan HH (52) warga Kelurahan Kebun Beler, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu yang diduga telah melakukan pungli.

HH bekerja sebagai seorang juru parkir dan juga pemilik SPT di lahan parkir zona 9 dari pintu masuk Sport Center hingga gorong-gorong Puskesmas Jalan Pariwisata Pantai Panjang Kota Bengkulu.

BACA JUGA:Pemilik SPT Parkir Zona 9 Diperiksa

Ia diamankan oleh anggota Polsek Ratu Samban lantaran telah melakukan pemungutan liar uang dari 2 orang pedagang yang telah memakai lahan parkir pemilik SPT-nya tersebut.

Dari kedua pedagang tersebut, HH mendapatkan uang sebesar Rp550 ribu.

Namun saat dilakukan pengecekan oleh pihak kepolisian, ternyata SPT yang dimiliki HH telah habis masa berlaku sejak 31 Juli 2022 lalu, sehingga pungutan yang dilakukan HH adalah pungli.

Akibat perbuatannya, HH harus diamankan pihak kepolisian. Saat ini kasus dugaan pungli tersebut dilakukan pengusutan oleh pihak kepolisian.

"Iya kemarin kita amankan diduga melakukan pungli, yang bersangkutan memungut uang dari sejumlah pedagang di lahan SPT-nya," sampainya Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau kepada rakyatbengkulu.disway.id, Sabtu (6/8/2022).

BACA JUGA:Dua Korban Penikaman Salah Sasaran

"Ternyata SPT ini telah habis masa berlakunya," imbuh Malau.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut. Pungli yang dilakukan oleh HH masih diproses.

"SPTnya berakhir 31 Juli 2022, dan sekarang masih kita proses," ujarnya.

Sementara untuk dugaan dan indikasi pungli lain di lokasi yang sama saat ini tengah diusut oleh pihak kepolisian.

Sumber: