baner honda 2022
yamaha 2022
PRAMUKA 2022

Diduga Tilep Beasiswa PIP, Oknum Guru di Kepahiang Belum Ditetapkan Tersangka

Diduga Tilep Beasiswa PIP, Oknum Guru di Kepahiang Belum Ditetapkan Tersangka

Kapolres Kepahiang, AKBP Yana Supriatna, S.IK --Badri/rakyatbengkulu.disway.id

 

KEPAHIANG, RAKYATBENGKULU.COM - Pascatertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa, 22 November 2022 status AN, oknum guru di salah satu SMA di Kabupaten Kepahiang masih berstatus terperiksa. 

Kapolres Kepahiang, AKBP Yana Supriatna, saat dihubungi Rabu, 23 November 2022 siang mengatakan, sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, oknum tersebut masih berstatus terperiksa untuk saat ini

"Masih terperiksa tunggu saja perkembangan selanjutnya. Kemarin juga sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, oknum tersebut masih berstatus terperiksa untuk saat ini," ungkap Kapolres. 

Hingga saat ini untuk oknum berinisial AN itu belum dilakukan penahanan oleh penyidik Satreskrim Polres Kepahiang setelah usai dilakukan OTT.

BACA JUGA:Diduga Tilep Beasiswa PIP, Oknum Guru Kepahiang Digelandang, 31 Siswa Diambil Keterangan

BACA JUGA:Begal Sasar Tukang Ojek, Korban Ditusuk sampai Tembus ke Paru

Dari operasi itu polisi juga memiliki beberapa alat bukti terkait kasus dugaan pungutan liar (Pungli) uang Program Indonesia Pintar (PIP).

Terkait barang bukti polisi belum mau menyebutkan berapa nominal uang yang telah diamankan oleh pihaknya. 

"Ada beberapa lembar uang dan cap, serta keterangan siswa yang kami minta, saat ini untuk kasus ini masih di tahap penyelidikan," ujar Kapolres.

Sebelumnya,  Penyidik Satreskrim Polres Kepahiang,  mengungkap dugaan pemotongan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu SMA Kabupaten Kepahiang.

BACA JUGA:Putus dengan Pacar, Video Tanpa Busana Siswi di Bengkulu Selatan Disebar

BACA JUGA:Kisah Pilu Bocah di Seluma Digagahi 2 Pria Dewasa di Kebun Sawit

AN, oknum guru di salah satu SMA Kabupaten Kepahiang dicokok aparat, Selasa, 22 November 2022 pukul 12.00 WIB.

AN terjaring  Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Kepahiang, di salah satu bank.

Diketahui, modus yang dilakukan oknum guru dengan cara memotong uang beasiswa PIP sebesar Rp150 ribu per siswa.

Adapun beasiswa PIP, sejatinya diberikan kepada 31 siswa dengan besaran antara Rp500 ribu - Rp1 juta per siswa.

Versinya sang oknum, potongan dilakukan untuk membayar ongkos angkutan umum dan piagam untuk siswa. 

Sumber: