baner atas dalam artikel  2023

Stunting Tinggi, di APBD Malah Tak Dianggarkan, Ini yang Dilakukan Pemkab Kepahiang

Stunting Tinggi, di APBD Malah Tak Dianggarkan, Ini yang Dilakukan Pemkab Kepahiang

foto Ilustrasi anak. foto; dok rb online--Heri Aprizal/rakyatbengkulu.disway.id

 

KEPAHIANG,RAKYATBENGKULU.COM -  Angka stunting di Kabupaten Kepahiang tergolong tinggi.

Data terakhir menyebutkan, stunting di Kabupaten Kepahiang menembus angka 1.542 kasus dan tersebar di 15 desa.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Kepahiang sudah mencapai 22,9 persen.

Angka tersebut, hampir mengejar angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen.

Angka stunting di atas terancam meningkat, seiring tak dianggarkannya penanganan stunting pada APBD 2023 Kabupaten kepahiang. 

BACA JUGA:153 Anak Kepahiang Stunting

BACA JUGA:Stunting Tertinggi se Provinsi, DKP Rejang Lebong Lakukan Ini

Padahal, Pemkab Kepahiang tengah gencar-gencarnya melakukan upaya penurunan angka stunting.

Lantas, apa yang akan dilakukan Pemkab Kepahiang?

Mengenai hal ini, Wakil Bupati Kepahiang H Zurdi Nata tak menampik kondisi di atas.

Mengatasi ketiadaan anggaran stunting, pihaknya sudah menjalankan pola orang tua asuh.

Sejauh ini diklaim, sudah terdata 40 orang tua asuh dari berbagai kalangan siap berpartisipasi membangu anak stunting di Kabupaten Kepahiang setidaknya hingga 6 bulan ke depan.

BACA JUGA:Mengejutkan! Daerah Paling Miskin di Bengkulu Ada di Sini, Terendah?

Sumber: