baner atas dalam artikel  2023

Petani Sawit Dilarang Beli Pupuk Bersubsidi di Toko Pupuk, Ada Temuan Laporkan!

Petani Sawit Dilarang Beli Pupuk Bersubsidi di Toko Pupuk, Ada Temuan Laporkan!

ilustrasi pupuk subsidi. --ist/rakyatbengkulu.disway.id

 

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Petani sawit dilarang membeli pupuk subsidi di toko pupuk.

Hal ini lantaran pihak manajemen PT Pupuk Sriwidjaya (Pusri) Provinsi Bengkulu melarang penjaga kios resmi penyalur pupuk bersubsidi mereka di daerah untuk menjual ke petani kelapa sawit. 

Alokasi distribusi pupuk bersubsidi yang masuk ke dalam sistem PT Pusri (Persero) di Provinsi Bengkulu tahun 2023 sebanyak 84.910 ton.

Account Executive (AE) PT Pusri Cabang Bengkulu, Yondi menjelaskan, larangan penjualan pupuk subsidi ini dilakukan karena kebijakam pemerintah yang telah memutuskan bahwasanya Komoditas Perkebunan kelapa sawit sudah dicoret namanya dari daftar pengguna pupuk subsidi.

BACA JUGA:Pupuk Subsidi 5000 Ton Hanya untuk 9 Jenis Tanaman Saja, Ini Daftarnya

BACA JUGA:Cerita Pencari Kotoran Kelelawar untuk Pupuk Guano di Gua Matu Lampung, Dilarang Dijual Boleh Terima Upah

"Jangan sekali-kali menjual pupuk subsidi yang sudah ditentukan pemerintah kepada petani kelapa sawit," kata Yondi dengan tegas dikutip RRI, Rabu, 25 Januari 2023.

Yondi juga menyebutkan, pihaknya meminta apabila masyarakat melihat atau mendapati para pengguna pupuk subsidi tidak tepat atau tak sesuai peruntukan, bisa melaporkan tindakan tersebut ke aparat berwajib.

Bisa juga melaporkan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat agar dapat ditindaklanjuti lebih jauh.

"Kalau ada temuan atau kecurigaan, langsung saja dilaporkan. Nanti akan ada tindaklanjut dari APH maupun dinas terkait untuk rekomendasi penutupan kios bila terbukti salah," tambah Yondi dalam keterangannya.

BACA JUGA:Banjir Mulai Surut, Sebagian Masih Mengungsi

BACA JUGA:Kisah Kreativitas Kelompok Usaha Serdang Bedagai, Sulap Anyaman Pandan Jadi Produk Ekspor

Untuk diketahui, saat ini pupuk subsidi sudah dialokasikan di Provinsi Bengkulu.

Sumber: