Gerakan Bengkulu Bisa dan Bank Sampah Jadi Solusi Atasi Sampah di TPA Air Sebakul
Gerakan Bengkulu Bisa dan Bank Sampah Jadi Solusi Atasi Sampah di TPA Air Sebakul--ist/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Permasalahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Sebakul Kota BENGKULU, terus menjadi perhatian serius.
Volume sampah yang semakin menumpuk memaksa Pemerintah Kota Bengkulu untuk mencari solusi jangka panjang dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang kini tengah digencarkan adalah Gerakan Bengkulu Bisa, yang mengedepankan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Afriyenita mengatakan salah satu syarat untuk menerapkan Gerakan Bengkulu Bisa ini harus mempunyai Bank Sampah, dan saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mewajibkan satu RW memiliki satu Bank Sampah.
BACA JUGA:Kasus Pemerkosaan Tahanan Perempuan di Kaur, Polda Bengkulu Tegaskan BN Bukan Lagi Anggota Polri
BACA JUGA:Comeback Manis The Blues, Singkirkan Lincoln dengan Skor 2-1
"Sehingga nantinya diharapkan penanganan sampah ini dapat diminimalisir dan tidak menumpuknya sampah di TPA. Sekarang ini Bank Sampah itu sudah mulai meningkat, awal mulanya 30 sampai saat ini sudah menjadi 80 Bank Sampah," ungkapnya, Rabu 23 September 2025.
Meskipun sebelumnya direncanakan sistem Sanitary Landfill untuk TPA Air Sebakul, implementasinya masih belum bisa dijalankan karena terbentur ketersediaan lahan.
Untuk itu, solusi alternatif seperti Bank Sampah dipilih sebagai langkah awal yang nyata dan aplikatif.
Namun, permasalahan belum sepenuhnya selesai. Masih ada jenis sampah tertentu yang belum terkelola secara optimal.
"Di sisi lain, ada beberapa permasalahan sampah seperti sampah pertokoan, sampah pasar, itu yang masih belum terkelola sehingga sampah tersebut masih dibuang ke TPA," lanjut Afriyenita.
BACA JUGA:Mbappe Borong Dua Gol, Los Blancos Tak Terbendung di Valencia
BACA JUGA:Harimau Sumatera Muncul di Lebong, BKSDA Turun Tangan Cek Lokasi
Sembari menunggu proses perluasan lahan untuk TPA, Pemkot Bengkulu terus melakukan pendekatan lain, termasuk dengan melibatkan para pemulung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

