Lebih dari 25 Pendaki Gunung Kaba Dievakuasi, Ternyata Bukan Tersesat yang Dominan
Tim rescue mengevakuasi pendaki Gunung Kaba yang mengalami gangguan kesehatan saat camping di kawasan Bukit Gajah.--ist/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Aktivitas pendakian Gunung Kaba di Kabupaten Rejang Lebong semakin ramai.
Namun, peningkatan kunjungan juga diikuti naiknya kebutuhan pertolongan di kawasan gunung.
Sepanjang 2026, lebih dari 25 pendaki dilaporkan telah mendapatkan evakuasi.
Pertolongan melibatkan Pokdarwis Gunung Kaba, relawan hingga Basarnas.
Menariknya, mayoritas kasus bukan akibat pendaki tersesat.
BACA JUGA:Disnakertrans Bengkulu Segera Punya Plh, Jabatan Kepala Dinas Diisi Lewat Manajemen Talenta?
BACA JUGA:Akreditasi RS Pratama Ipuh Tuntas, Hasil Ini Jadi Penentu Kerja Sama BPJS
Persoalan kesehatan justru menjadi masalah yang lebih sering memicu proses evakuasi.
Ketua Pokdarwis Gunung Kaba, Yulian Adi Pratama mengatakan, hanya satu pendaki dari sekitar 25 orang yang sempat dinyatakan hilang.
Pendaki tersebut sebelumnya tersesat di kawasan Gunung Kaba.
Tim kemudian berhasil menemukannya dan melakukan evakuasi dalam kondisi selamat.
“Kalau dari sekitar 25 pendaki yang sudah kami evakuasi, hanya satu yang memang sempat tersesat,” kata Adi.
Mengapa Pendaki Gunung Kaba Lebih Banyak Dievakuasi karena Kondisi Kesehatan?
Menurut Adi, sejumlah pendaki mengalami masalah fisik saat berada di jalur pendakian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


