Seluma Genjot Penurunan Stunting, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan Baru
Wakil Bupati Seluma menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dan penguatan data gizi balita menjadi strategi utama percepatan penurunan stunting di Kabupaten Seluma.--antaranews.com/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kabupaten Seluma memperkuat strategi percepatan penurunan angka stunting dengan mengoptimalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperbaiki kualitas data status gizi balita.
Kedua langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.
Wakil Bupati Seluma, Gustianto, menegaskan pemerintah daerah tidak hanya mengejar penurunan angka stunting, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang lebih efektif melalui kolaborasi lintas sektor.
BACA JUGA:48 Motor Berknalpot Brong Ditindak, Polresta Bengkulu Tahan Kendaraan hingga Knalpot Diganti
BACA JUGA:Lengkap! Ini Daftar 32 Kepala Sekolah yang Dilantik Wabup Mukomuko, Cek Nama dan Sekolahnya
Menurutnya, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara maksimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Penguat Pencegahan
Gustianto mengatakan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, tenaga kesehatan, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar intervensi gizi dapat diberikan secara tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap penurunan stunting.
"Kehadiran Program MBG harus kita manfaatkan secara maksimal melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar benar-benar berdampak pada penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Seluma," katanya.
Data Gizi Balita Jadi Dasar Penentuan Kebijakan
Selain mengoptimalkan Program MBG, Pemerintah Kabupaten Seluma juga memperkuat pengelolaan, diseminasi, dan publikasi data status gizi balita.
BACA JUGA:Pria 73 Tahun di Rejang Lebong Tewas Diduga Ditikam Anak Kandung, Polisi Dalami Motif Pelaku
BACA JUGA:Sekolah Rakyat Mukomuko Ditargetkan Tampung 180 Siswa, Pendataan Belum Dibuka Ini Alasannya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



